Dampak Guncangan Gempa M 6,6 Sumur Pandeglang: Banten hingga Jakarta

ADVERTISEMENT

Dampak Guncangan Gempa M 6,6 Sumur Pandeglang: Banten hingga Jakarta

Eva Safitri - detikNews
Jumat, 14 Jan 2022 18:27 WIB
Ilustrasi gempa bumi (iStock)
Foto: Ilustrasi gempa bumi (iStock)
Jakarta -

Gempa magnitudo (M) 6,6 berpusat di laut dekat Selat Sunda terasa hingga di beberapa wilayah. Gempa dirasakan dengan intensitas yang berbeda-beda.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati membeberkan dampak guncangan di beberapa daerah. Mulai wilayah Cikeusik, Jakarta, hingga Bekasi.

Gempa M 6,6 itu terjadi pada pukul 16.05 WIB. Episenter gempa adalah 7,01 LS dan 105,26 BT. Pusat gempa berada di 52 km arah barat daya dari Sumur, Banten, dengan kedalaman 10 km.

Berikut data wilayah yang terdampak guncangan:

- Cikeusik dan Panimbang, dengan intensitas guncangan skala MMI 6, artinya getaran dirasakan oleh semua orang dan di sini juga mengakibatkan kerusakan ringan, tembok plester terdapat juga lepas

- Labuan dan Sumur skala MMI IV yang artinya bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah

- Tangerang Selatan, Lembang, Kota Bogor, Palabuhanratu, Kalianda, Bandar Lampung skala III-IV MMI, berarti dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah

- Anyer skala III MMI getaran dirasakan nyata dalam rumah, seakan getaran seakan truk berlalu

- Jakarta, Kota Tangerang, Ciracas, Bekasi, Kota Bandung, Kabupaten Bogor, Kotabumi, skala II-III MMI getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan akan truk berlalu.

BMKG Catat 5 Kali Gempa Susulan

Gempa berkekuatan magnitudo (M) 6,7 yang kemudian diperbarui menjadi M 6,6 mengguncang Sumur, Banten. BMKG mencatat ada 5 kali gempa susulan pascagempa tersebut.

"Hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) sebanyak 5 kali," kata Dwikorita.

Gempa susulan paling besar berkekuatan M 5,7.

"Dengan magnitudo terbesar M 5,7," lanjutnya.

Dwikorita menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini berjenis gempa bumi dangkal. Gempa diakibatkan aktivitas subduksi.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," ungkap Dwikorita.

Simak Video 'Gempa Terasa di Jakarta, Warganet Panik':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/dnu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT