Operasi Soeharto Sukses

Operasi Soeharto Sukses

- detikNews
Senin, 08 Mei 2006 02:51 WIB
Jakarta - Operasi usus terhadap mantan Presiden Soeharto berjalan sukses. Asal pendarahan yang bermuara di usus besar sebelah kiri sepanjang 40 Cm telah dipotong dan dibuang serta disambungkan kembali. Diharapkan pendarahan akan berhenti karena sumber pendarahan di usus tersebut telah diambil."Operasi berlangsung sukses. Operasi berjalan dengan lancar sesuai rencana. Begitu juga diagnosa, bahwa pendarahan tepat di usus sebelah kiri," kata anggota tim dokter terpadu, Hermansyur kepada wartawan di RSPP Pertamina, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2006). Menurut anggota tim dokter lainnya, Mardjo Soebiandono, proses operasi sesuai rencana yakni selama 3 jam yakni pukul 21.00 hingga 00.00 WIB. Kini Soeharto masih dalam proses pemulihan kesadaran dengan tanda-tanda vital yang baik. Pria yang mendapat julukan "The Smiling General" itu dirawat di ruang intensif.Anggota tim dokter kepresidenan, Joko Raharjo menjelaskan masih ada risiko yang terjadi dalam proses penyembuhan. Hal ini disebabkan usia Soeharto yang sudah tua. Selain itu, butuh waktu yang lebih lama untuk penyembuhannya yakni sekitar 2 minggu. Namun waktu penyembuhan itu tidak mutlak, bisa saja kesehatan Soeharto bisa drastis sehat. Joko mengatakan, hal yang sangat penting lainnya adalah pola makan dan gaya hidup Soeharto yang harus diperhatikan pascaoperasi. "Setelah pulang, masih dilakukan pengawasan-pengawasan berikutnya seperti makan harus teratur," ujarnya.Dia mengemukakan, pascaoperasi Soeharto harus dirawat hati-hati. Untuk itu Soeharto dirawat di ruang intensif hingga sembuh. Tim dokter yang menangani Soeharto pasca operasi juga terdiri dari multi disiplin. Seperti dokter bedah, jantung, ginjal, syaraf dan dokter spesialis lainnya."Ini dilakukan karena adanya komplikasi penyakit yang diderita Soeharto," ujarnya. Seperti diketahui, Soeharto menderita penyakit seperti stroke berulang, kelainan jantung, gangguan paru-paru dan ginjal yang kronis. Joko juga menjelaskan bahwa pascaoperasi, alat-alat yang masih melekat di tubuh Soeharto adalah alat pemacu jantung, pernafasan oksigen serta transfusi darah. (atq/)


Berita Terkait