Petugas Barak di Sleman Alami Kejenuhan

Petugas Barak di Sleman Alami Kejenuhan

- detikNews
Senin, 08 Mei 2006 00:23 WIB
Yogyakarta - Tidak hanya para pengungsi yang mengalami kejenuhan selama tinggal di pengungsian. Para petugas barak maupun aparat pemerintahan yang menangani pengungsi juga mengalami hal serupa. Mereka merasa bosan sudah lebih dari dua minggu menangani para pengungsi dan berbagai kegiatan lainnya. Kejenuhan yang dialami itu karena Merapi yang ditunggu-tunggu belum juga meletus. Namun demikian, para petugas diminta tetap bersabar."Yang jenuh tidak hanya pengungsi. Kami di pemerintahan juga jenuh, petugas lapangan juga jenuh," kata Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X saat berkunjung ke rumah Sakit Lapangan di Dusun Jetis, desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Minggu (7/5/2006).Sultan mengatakan kejenuhan itu diakibatkan karena selama ini hanya menunggu. Hal itu berbeda sifatnya dengan saat menghadapi bencana lainnya yang langsung menangani karena sudah ada kejadian. "Menghadapi bencana Merapi ini, kita hanya menunggu, tidak jelas kapan akan meletus," imbuhnya.Untuk mengatasi kejenuhan itu, kata Sultan, sebaiknya waktu-waktu diisi dengan kegiatan yang bersifat rekreatif dan bermanfaat. Namun dia meminta warga maupun petugas agar jangan sampai lengah."Yang penting jangan sampai lengah, petugas tidak ada yang meninggalkan pos-pos yang menjadi tanggung jawabnya. Atur bagaimana agar tidak jenuh dan jangan tinggalkan pos hingga Merapi dinyatakan aman serta statusnya diturunkan," nasehatnya.Menurut dia, daripada saat Merapi meletus timbul korban, lebih baik mengungsi terlebih dahulu hingga kondisi dinyatakan aman dan status Merapi kembali diturunkan. "Hal ini harus kita lakukan daripada kita menanggung resiko," tegas Sultan didampingi GKR Hemas dan Wakil Gubernur Paku Alam IX.Sementara itu ketika bertemu dengan Sultan, sejumlah pengungsi terutama yang mempunyai bayi dan ibu hamil mengeluhkan tidak adanya fasilitas kelengkapan untuk anak-anak di bawah tiga tahun. Sejumlah anak-anak bawah tiga tahun dan bayi yang ikut mengungsi orang tuanya itu tidak memperoleh fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan mereka.Karena ada keluhan itu, GKR Hemas menanggapi dalam waktu dekat akan segera dikirimkan berbagai barang untuk memenuhi kebutuhan anak-anak balita maupun kebutuhan bayi. "Akan segera kami kirimkan popok, susu bayi, minyak kayu putih dan sebagainya. Ini penting untuk kesehatan bayi yang ada pengungsi," janji Hemas. (atq/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads