69 WNI Eksodus Dari Timor Leste
Senin, 08 Mei 2006 00:12 WIB
Jakarta - Arus eksodus WNI dari Dili, Timor Leste masih tetap berlangsung. Sedikitnya, ada 69 WNI yang menyeberang dari Dili ke Timor Barat, NTT dengan membawa serta barang-barangnya. Selain itu, ada pula warga asing yang meninggalkan Dili. Terdapat 2 warga asal Myanmar, 2 warga India dan 1 warga Timor Leste. Kebanyakan mereka membawa barang dalam jumlah yang banyak. Mereka rata-rata membawa 2-3 koper. Kemungkinan mereka akan berada di Indonesia dalam beberapa minggu ke depan hingga situasi di Dili berangsur pulih. Mereka mengaku situasi di Dili sangat tidak kondusif apalagi untuk melakukan untuk aktivitas perdagangan.Di Kota Dili, baru sebagian kecil pertokoan dan ativitas perdagangan lainnya dibuka. Para pemilik toko belum berani membuka tokonya karena ada isu serangan dari 600 tentara yang dipecat. Menurut data yang dihimpun pos imigrasi Atambua, dalam sepekan terakhir sudah lebih 600 WNI mengungsi ke Timor Barat, NTT. Sedangkan warga asing berjumlah sekitar 75 orang. Sementara arus balik ke Timor Leste melalui perbatasan darat masih sepi. Kebanyakan WNI masih takut berkunjung ke bekas provinsi Indonesia itu."Hari ini arus penyeberangan dari Dili masih tetap berjalan. Terus bertambah dari sebelumnya," kata Kepala Imigrasi Atambua Slamet Santoso ketika dihubungi detikcom, Minggu (7/5/2006).Ada 3 lokasi yang disipkan pemerintah Belu, NTT untuk menampung warga Timor Leste jika sewaktu-waktu mengungsi dalam jumlah yang banyak. Lokasi itu adalah Motaain, Turiskain dan Metamasin. Ketiga lokasi itu berada di luar kota Atambua langsung berbatasan dengan Timor Leste.Rusuh di Timor Leste terjadi setelah adanya pemecatan 600 tentara Timor Leste. Ratusan tentara itu kemudian mengamuk di kota Dili. Sebagian besar warga langsung mengungsi.
(atq/)











































