Tutut Minta Masyarakat Doakan Soeharto

Tutut Minta Masyarakat Doakan Soeharto

- detikNews
Minggu, 07 Mei 2006 22:51 WIB
Jakarta - Putri mantan Presiden Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut) meminta masyarakat ikut mendoakan proses operasi Soeharto yang tengah berlangsung. Dia berharap operasi berjalan lancar dan sukses sehingga presiden RI terlama itu dapat mengalami kesembuhan kembali."Kami memohon doa restu dari masyarakat Indonesia. Tentunya juga dari teman-teman lainnya agar bapak dapat menjalani operasi ini dan tidak mengalami satu halangan apapun," kata Tutut dengan mata berkaca-kaca saat konferensi pers di RSPP Pertamina, Jakarta Selatan, Minggu (7/5/2006). Menurutnya, keputusan operasi terhadap bapaknya diambil setelah melalui proses rapat keluarga yang sangat alot. Bahkan, dokter juga menyarankan second opinion untuk mengambil keputusan operasi itu. Namun demi kebaikan kondisi Soeharto, maka seluruh keluarga sepakat untuk mengambil keputusan operasi."Kami tidak serta merta menyetujui hal tesebut. Tapi dengan rapat dan segala resiko kalau tindakan A demikian, kalau B demikian. Kami dari keluarga menyerahkan sepenuhnya tentang kesehatan bapak pada tim dokter karena beliau lebih tahu," tukas Tutut.Dia menambahkan, keputusan operasi itu merupakan keputusan berat yang diambil seluruh keluarga. Apalagi mengingat kondisi Soeharto yang cukup tua yakni 83 tahun dan mengalami berbagai jenis komplikasi penyakit. Penyakit itu seperti stroke berulang, kelainan jantung, gangguan paru-paru dan ginjal yang kronis. "Kami merasa sedih sekali. Sebagai anak, perasaan khawatir itu pasti ada," ujar Tutut lirih.Soeharto, menurut Tutut, juga menyerahkan tindakan medis apapun kepada tim dokter. Hal itu merupakan tindakan yang terbaik bagi kesehatan Soeharto. "Bapak menerima dengan lapang dada apapun yang diputuskan oleh tim dokter. Apapun yang disampaikan dokter bapak bilang silakan," tambahnya.Tutut meminta berkali-kali kepada masyarakat untuk mendoakan agar proses operasi ini berjalan lancar sehingga Soeharto dapat menjalani hari-hari seperti biasanya. Dia juga meminta maaf kepada wartawan karena tidak bisa meliput secara langsung kondisi Seoharto. Begitu juga dengan tamu-tamu yang menjenguknya.Jika Soeharto menemui tamunya, lanjut Tutut, dia selalu ingin berbicara. Padahal setelah berbicara, nafasnya selalu tersenggal-senggal dan tensi darahnya akan naik. "Kami mohon pengertian. Kami mohon maaf kalau nengok bapak, teman-teman tidak bisa karena memang kondisi bapak sangat lemah," imbuhnya. (atq/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads