PKB Dukung Pengusutan Kabar Polrestabes Medan Terima Suap Bandar Narkoba

Matius Alfons - detikNews
Jumat, 14 Jan 2022 13:18 WIB
Jazilul Fawaid
Foto: Jazilul Fawaid (Dok. MPR)
Jakarta -

Sejumlah pejabat kepolisian di Polrestabes Medan disebut menerima uang suap sebesar Rp 300 juta dari istri bandar narkoba dalam persidangan kasus kepemilikan narkoba anggota polisi Satnarkoba Polrestabes Medan. Anggota Komisi III DPR Fraksi PKB, Jazilul Fawaid menilai tindakan itu ironi dan kurang ajar.

"Ironi dan kurang ajar, tindakan kurang ajar, pasti ditertibkan. Pasti akan diproses bila keterangan dan buktinya cukup. Kita tunggu saja," kata Jazilul saat dihubungi, Jumat (14/1/2022).

Jazilul menilai tindakan para jajaran pejabat Polrestabes Medan bukan hanya melanggar, tapi juga dapat melemahkann tugas pemberantasan narkoba. Dia pun mewanti-wanti jajaran Polrestabes Medan terkait dugaan terima suap dari bandar narkoba tersebut.

"Kalau tidak diusut tuntas, kasus ini dapat melemahkan langkah pemberantasan Narkoba bahkan tambah merajalela. Hati-hati! itu Siasat bandar Narkoba, kucing dikadalin tikus, nanti tikusnya merajalela," ucapnya.

Lebih lanjut, Waketum PKB ini juga meyakini Kapolri Jenderal Listyo Sigit tidak akan melindungi anggotanya yang tidak disiplin. Bahkan, kata dia, jika melanggar hukum.

"Selama ini sudah terbukti Kapolri bertindak tegas dan tidak akan melindungi anggotanya yang tidak disiplin, menyalahgunakan tugas apalagi bertindak melanggar hukum," ujarnya.

Untuk diketahui, dari informasi yang dihimpun, dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Medan, terungkap pejabat kepolisian di Polrestabes Medan menerima uang suap sebesar Rp 300 juta dari istri seorang bandar narkoba. Uang itu diduga dibagi-bagikan ke Kasat Narkoba Polrestabes Medan sebesar Rp 150 juta, hingga Kanit Narkoba Polrestabes Medan Rp 40 juta.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Saksikan juga 'Sederet Artis yang Diciduk karena Narkoba di Januari 2022':

[Gambas:Video 20detik]