Gus Dur dan Amien cs Diminta Bersilaturahmi dengan SBY

Gus Dur dan Amien cs Diminta Bersilaturahmi dengan SBY

- detikNews
Minggu, 07 Mei 2006 14:28 WIB
Jakarta - Hubungan Presiden SBY dengan para tokoh senior cukup tegang akhir-akhir ini. Ini akibat pernyataan Presiden SBY di Timur Tengah yang menyinggung kelompok-kelompok yang tidak ikhlas menerima hasil Pemilu 2004. Untuk mendinginkan suasana, tokoh-tokoh senior diminta untuk bersilaturahmi dengan SBY. Imbauan ini disampaikan Presiden DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring kepada wartawan seusai memimpin aksi solidaritas Palestina di depan gedung Kedutaaan Besar (Kedubes) AS, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Minggu (7/5/2006). Tifatul mengimbau tokoh-tokoh oposisi, seperti Amien Rais, Gus Dur, Wiranto, dan Try Sutrisno melakukan silaturahmi kepada Presiden SBY. "Agar sebagai orang tua, mereka bisa bersikap baik-baik, untuk dijadikan contoh bagi kita yang di bawah, yang muda-muda," pinta Tifatul. Dia berharap para tokoh senior dan Presiden SBY bisa saling memaafkan. "Mereka semoga bisa saling memaafkan, karena saat ini persoalan sudah banyak dan jangan ditambah," ujar dia. Lebih lanjut, Tifatul meminta para tokoh tersebut tidak memperbesar masalah dan meminta agar perang statemen antara Presiden SBY dengan para tokoh itu dihentikan. "Silakan bertemu langsung dan bicara ke inti permasalahan," sambung Tifatul. Sebelumnya, terkait aksi buruh yang anarkis pada Rabu (3/5/2006) lalu, Presiden SBY saat melakukan lawatan ke Timur Tengah menyampaikan ada kelompok yang belum ikhlas yang menerima hasil Pemilu 2004 lalu. SBY meminta kelompok ini untuk tidak melakukan tindakan yang merusak pembangunan. Demo Buruh yang Anarkis Sementara terkait demo yang anarkis, Tifatul membenarkan bahwa demo buruh Kamis lalu ditunggangi kelompok tertentu. "Tim kita di sana, ada di Lapangan Parkir Timur Senayan dan kita melihat demo itu ditunggangi. Hendaknya demo jangan anarkis. Kesejahteraan memang penting, tapi investasi juga penting," ujar dia. Ketika ditanya kelompok mana saja yang menunggangi demo buruh itu, Tifatul menyerahkan ke polisi. "Kira serahkan kepada polisi. Tapi, memang ada provokator-provokator, karena buruh itu bukan orang terlatih untuk demo," demikian Tifatul. (asy/)


Berita Terkait