Merapi Keluarkan Lava Pijar 26 Kali, Sinar Api 10 Kali

Merapi Keluarkan Lava Pijar 26 Kali, Sinar Api 10 Kali

- detikNews
Minggu, 07 Mei 2006 14:26 WIB
Jakarta - Guguran lava pijar Gunung Merapi mengalami peningkatan frekuensi yang tinggi. Minggu (7/5/2006) pukul 00.00-06.00 WIB, guguran lava pijar tercatat 26 kali. Padahal sehari sebelumnya hanya 18 kali. Demikian disampaikan petugas Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Triyani kepada detikcom, Minggu (7/5/2006).Guguran lava pijar itu masih tertahan di pelataran Gendol dengan jarak luncur 100 meter. Dengan kondisi itu Merapi masih berstatus siaga. Sementara itu, dari Pos Babadan, Ngepos, Jrakah dan Selo dilaporkan, terlihat sinar api di puncak sebanyak 10 kali. Sedangkan dari Pos Kaliurang dilaporkan kubah lava mengalami pertumbuhan yang terlihat secara visual. Data kegempaan pada 6 Mei tercatat, gempa vulkanik dangkal terjadi 1 kali, gempa fase banyak (MP) 95 kali, gempa LF 1 kali, dan gempa guguran 82 kali. Sedangkan pada 7 Mei 2006 pukul 00.00-06.00 WIB, gempa vulkanik dangkal 1 kali, fase banyak 32 kali, gempa guguran 23 kali dan gempa LF 0 kali.Belum Perlu MengungsiMeski terjadi peningkatan frekuensi guguran lava pijar, BPPTK Yogyakarta belum menyarakan pemerintah kabupaten di sekitar Merapi agar mengungsikan warganya. Pemerintah hanya disarankan agar mempersiapkan segala sesuatu terkait dengan litigasi bencana akibat letusan gunung Merapi. "Kita belum menyuruh untuk mengosongkan daerah, baru menyiapkan sarananya," kata Tri.Sementara kepada masyarakat diimbau tidak melakukan kegiatan di badan sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam radius 8 km dari puncak Gunung Merapi. Penambang pasir juga diminta tidak melakukan kegiatan penambangan dalam radius yang sama. Wisatawan dan masyarakat diimbau untuk tidak mendaki ke puncak gunung. (iy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads