Kondisi Stabil, Soeharto Masih Alami Pendarahan Usus
Minggu, 07 Mei 2006 13:06 WIB
Jakarta - Meski kondisinya sudah stabil, namun mantan Presiden Soeharto masih mengalami pendarahan usus. Rencananya, pukul 16.00 WIB, dokter akan memasangi Soeharto clonoscopy untuk memeriksa pendarahan ususnya. Hal ini disampaikan dr Djoko Rahardjo, salah seorang anggota tim dokter kepresidenan yang memeriksa Soeharto, kepada wartawan di RS Pusat Pertamina (RSPP), Jl. Kiai Maja, Jakarta Selatan, Minggu (7/5/2006). "Walaupun HB (hemoglobin darah) Soeharto sudah naik, tapi pendarahan tetap terus berlangsung, sehingga membuat kondisi beliau pada hari ini lemah," kata Djoko.Karena itu, tim dokter akan memeriksa kembali pendarahan usus Soeharto pada pukul 16.00 WIB. "Nanti akan dipasang clonoscopy. Alat ini dimasukkan ke dalam usus untuk mengetahui seberapa parah pendarahannya," ujar dr Djoko. Sebelumnya, dokter pribadi Soeharto spesialis THT, dr Hadi Kusnan, manyatakan, saat ini kadar HB darah Soeharto naik menjadi 9 gram per desiliter (dl). Sebelumnya HB Soeharto sempat turun sampai 7,8 gram per dl. "Kalau nanti naik menjadi 11, kemungkinan bisa pulang," kata dr. Hadi.Soeharto dirawat ruang President Suite nomer 536 di RSPP, sejak Kamis 4 mei lalu. Dia menderita perdarahan usus. Kembalinya Soeharto dirawat di RS ini cukup mengejutkan, karena sebelumnya Soeharto tampak sehat-sehat saja. Bahkan, sebelumnya Soeharto menjadi saksi pernikahan cucunya, Gendis Trihatmodjo.
(asy/)











































