Ical : Obat Murah, Putuskan Kartel Perdagangan

Ical : Obat Murah, Putuskan Kartel Perdagangan

- detikNews
Minggu, 07 Mei 2006 12:46 WIB
Jakarta - Harga obat yang semakin tidak terjangkau masyarakat miskin terjadi karena adanya kartel dalam perdagangan obat. Agar harga obat murah, kartel ini harus diputuskan."Saya punya obsesi obat Indonesia dalam waktu dua sampai tiga tahun mendatang harus turun harganya seperti di India dan Pakistan," ujar Menko Kesra Aburizal Bakrie usai membuka acara peringatan Hari Asma sedunia di Arena PRJ Kemayoran, Minggu (7/5/2006).Menurutnya, harga obat di Indonesia terlalu mahal jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Mahalnya harga obat karena produksi dan distribusi dikuasai oleh beberapa produsen saja. Sehingga mereka bebas menentukan harga.Dengan memutuskan kartel, diharapkan produsen obat dari luar negeri juga bisa masuk ke Indonesia dengan kualitas produk yang baik. Pria yang akrab disapa Ical ini meminta agar para produsen obat tetap memperhatikan masyarakat miskin dengan memproduksi obat generik. Ical menyarankan kepada para produsen obat untuk mulai menggarap pasar obat di kalangan rakyat miskin. Dengan harga obat yang terjangkau, masyarakat miskin menjadi pasar yang sangat potensial."Orang miskin memerlukan infrastruktur tapi tidak yang mahal, mesti murah. Begitu juga dengan obat. Dengan begitu mereka dapat diberdayakan sebagai market," jelas Ical.Hari Asma SeduniaDalam rangaka memperingati Hari Asma sedunia, jajaran Menko Kesra beserta Departemen Kesehatan menggelar rangkaian kegiatan. Antara lain bakti sosial berupa pengobatan gratis dan pembagian sembako yang dilakukan di WTC Mangga Dua.Puncak kegiatan adalah senam pagi bersama Menko kesra dengan masyarakat yang dilaksanakan di Arena PRJ Kemayoran. Dalam sambutannya, Ical meminta masyarakat lebih memperhatikan kesehatan. Anggapan masyarakat bahwa penyakit asma tidak bisa disembuhkan, menurut dia, salah. "Itu bisa disembuhkan dengan gaya hidup sehat," tegasnya. (bal/)


Berita Terkait