Bertambah, Positif COVID-19 Varian Omicron di DKI Jadi 565 Kasus

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 13 Jan 2022 21:24 WIB
Omicron Variant on test tube - New Variant of Covid 19
Foto Ilustrasi COVID-19 Varian Omicron (Getty Images/iStockphoto/DMEPhotography)
Jakarta -

Kasus positif COVID-19 varian Omicron di DKI Jakarta saat ini tercatat ada 565 orang. Mayoritas pasien yang terpapar varian Omicron didominasi pelaku perjalanan luar negeri.

"Yang sudah terpapar Omicron itu 565, tambah. Yang dari luar negeri 458 atau 81 persen, yang lokal 107 atau 18,9 persen," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria kepada wartawan, Kamis (13/1/2022).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia melaporkan kasus positif COVID-19 di Jakarta hari ini yang bertambah 478 orang. Total kasus aktif di DKI saat ini mencapai 2.936.

"Perlu digarisbawahi bahwa 2.119 orang dari jumlah kasus aktif adalah pelaku perjalanan luar negeri. Sedangkan, kasus positif baru berdasarkan hasil tes PCR hari ini bertambah 478 orang sehingga total 869.089 kasus, yang mana 303 di antaranya adalah pelaku perjalanan luar negeri," terangnya.

Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 852.563 dengan tingkat kesembuhan 98,1% dan 13.590 orang meninggal dunia. Adapun tingkat kematian 1,6%.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 3,0%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 10,9%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%.

Sementara itu, capaian dosis 1 COVID-19 saat ini sebanyak 12.026.344 orang (119,3%) dengan proporsi 70% merupakan warga ber-KTP DKI dan 30% warga KTP non-DKI.

Sedangkan untuk dosis 2 kini mencapai 9.355.732 orang (92,8%), dengan proporsi 71% merupakan warga ber-KTP DKI dan 29% warga KTP non-DKI.

Melalui Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, penindakan atas pelanggaran penggunaan masker dan pendataan buku tamu juga akan digencarkan, begitu pula bentuk pelanggaran-pelanggaran PPKM lainnya, seperti pelanggaran di restoran/rumah makan, serta pelanggaran perkantoran, tempat usaha, dan tempat industri. Sanksi yang diberlakukan berupa kerja sosial, denda, penghentian sementara kegiatan, hingga pencabutan izin usaha.

Berdasarkan laporan harian Satpol PP Provinsi DKI Jakarta pada 12 Januari 2022, telah dilakukan penertiban operasi masker dengan total denda sebesar Rp 1.850.000. Serta, 1 (satu) tempat makan dan minum yang dihentikan sementara. Harapannya, masyarakat dapat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan dan turut berpartisipasi dalam memutus mata rantai penularan COVID-19.

Simak video 'WHO Sebut Omicron Berbahaya Bagi yang Belum Divaksin':

[Gambas:Video 20detik]



(taa/aud)