Ibu Ungkap Kronologi Balita Disundut Korek Pria di Jakbar

Karin Nur Secha - detikNews
Kamis, 13 Jan 2022 18:31 WIB
Little toes, baby feet wrapped in a heart blanket
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Axiara)
Jakarta -

Seorang pria berinisial R (29) menjadi tersangka usai menyundut balita berusia 2 tahun di Tambora, Jakarta Barat (Jakbar), dengan menggunakan korek. Menurut ibu korban, D (25), dia menyebut awalnya sang anak diajak pelaku untuk jajan.

"Nggak nitip, dia bawa (anak saya) buat jajan gitu. Saya nggak tahu kalau dia kayak gitu (nyundut anak saya)," ujar D kepada wartawan, Kamis (13/1/2021).

Diketahui pelaku merupakan rekan kerja dari ayah korban. D menyebut awalnya pelaku mengajak anaknya jajan pada Minggu (9/1) lalu sekitar pukul 19.30 WIB. Namun, anaknya baru dikembalikan ke rumah oleh pelaku pada Senin (10/1) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.

"Habis Isya sih (diajaknya). Disiksanya nggak tahu (kapan), pokoknya dibawa dari habis Isya sampai jam 1 malam," jelas D.

Namun, ketika anak D dipulangkan ke rumah, dia mendapati sekujur tubuh anaknya mengalami luka melepuh akibat sundutan korek.

"Ketahuannya pas udah pulang, pas dijemput. Pas ditemukan udah luka-luka," kata D.

"(Lukanya) banyak sih, di leher, di pipi, banyak sih," sambungnya.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (9/1) sekitar pukul 20.30 WIB. Namun orang tua dari bayi tersebut baru melapor ke Polsek Tambora pada Rabu (12/1) siang.

"Laporan kemarin, kejadian hari Minggu," kata Kapolsek Tambora Kompol M Faruk.

Faruk mengatakan R sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak Rabu (12/1) malam. Penetapan tersangka tersebut dilakukan usai pemeriksaan sejumlah saksi.

"Jam 4 sore udah ditangkap, diperiksa dulu, baru tadi malam setelah mendengar keterangan para saksi dan melihat hasil visum dari Rumah Sakit Atmajaya baru ditahan," ucap Faruk.

Faruk menyebut pelaku dikenai Pasal 80 UU No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dengan ancaman maksimal pidana lima tahun penjara dan denda sebesar Rp 100 juta.

Kerap Di-bully

Polisi mengungkap alasan pelaku menyundut balita. Polisi menyebut jika pelaku kerap di-bully oleh ayah balita tersebut.

"Alasan (membakar bayi) adalah karena ortu laki-laki itu suka bully pelaku karena pekerjaan. Iya (mereka satu kerjaan)," ujar Faruk.

(ain/isa)