27 Orang Terjaring Kasus Prostitusi Online Libatkan Anak di Kalbar

Adi Saputro - detikNews
Kamis, 13 Jan 2022 15:55 WIB
polisi saat jumpa pers kasus prostitusi online (Adi Saputro/detikcom)
Polisi saat jumpa pers kasus prostitusi online. (Adi Saputro/detikcom)
pontianak -

Polisi mengungkap empat kasus prostitusi online di kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Sebanyak sembilan muncikari dan 18 pekerja seks komersial (PSK) diamankan yang mana tujuh orang di antaranya anak di bawah umur.

"Dari 9 orang tersangka yang merupakan muncikari, ada 18 orang korbannya terdiri dari 7 anak-anak dan 11 orang adalah dewasa," kata Dirkrimum Polda Kalbar Kombes Aman Guntoro kepada wartawan, Kamis (13/1/2022).

Aman mengatakan sembilan muncikari di kasus prostitusi online ini sudah ditetapkan menjadi tersangka. Mereka dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak dan KHUP dengan ancaman hukumannya paling lama 10 tahun penjara dan denda Rp 200 juta.

Sementara itu, anak-anak yang menjadi korban eksploitasi dari bisnis prostitusi online ini masih diperiksa intensif oleh penyidik, termasuk dilakukan visum dan pemeriksaan kesehatan.

"Korban-korban yang masih di bawah umur ini akan menjadi atensi kita semua. Termasuk korban akan diberikan bimbingan konseling,"tutur Aman.

Aman mengungkapkan, prostitusi online di Kota Pontianak memang cukup marak melalui media sosial. Barang bukti yang disita polisi dari praktik prostitusi online ini antara lain beberapa buah handphone, alat kontrasepsi, serta sejumlah uang tunai dan kendaraan bermotor.

"Untuk tarif kencan, ini tergantung negosiasi antara pelaku, korban, dan pelanggannya. Mulai dari tiga ratus ribu hingga satu juta rupiah," katanya.

Oleh karena itu, dia mengimbau orang tua lebih berperan mengawasi pergaulan anak-anaknya dan kepekaan para tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk memberikan imbauan agar praktik prostitusi online ini tidak terulang.

"Dan diharapkan peran orang tua dalam pengawasan lebih ditingkatkan," pungkas Aman.

(hmw/mud)