Tak Bisa Dihubungi, Wanita Ditemukan Tewas Gantung Diri di Apartemen Jakbar

Karin Nur Secha - detikNews
Kamis, 13 Jan 2022 09:10 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Seorang perempuan berinisial M (32) ditemukan tewas di kamar apartemen miliknya wilayah Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. M ditemukan dalam kondisi tergantung di pintu kamarnya.

"Korban ditemukan dalam keadaan tergantung pada pintu kamar," ujar Kapolsek Tanjung Duren Kompol Rosana Albertina Labobat saat dimintai konfirmasi Kamis (13/1/2022).

Diketahui, M tinggal seorang diri di apartemen tersebut. Awalnya, kedua orang tua M mencoba menghubungi M selama dua hari terakhir, namun tak kunjung mendapat respon.

Hal tersebut membuat kedua orang tua dari M curiga dan memutuskan untuk mengunjungi apartemen milik M. Namun, setelah dikunjungi, kamar milik M dalam keadaan terkunci dari dalam.

"Setelah memanggil pihak keamanan untuk membongkar pintu, keluarga menemukan korban sudah dalam keadaan tergantung di pintu kamar," jelas Rosana.

M ditemukan dalam keadaan tewas tergantung pada Rabu (12/1) kemarin, sekitar pukul 19.00 WIB. Dalam pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Hingga kini, belum diketahui penyebab pasti M melakukan gantung diri karena M merupakan orang tertutup dan setelah polisi mengecek CCTV apartemen tersebut tidak ditemukan hal-hal yang mencurigakan.

"CCTV aman. Tidak pernah ada tamu," ungkap Rosana.

"Pihak keluarga tidak tahu permasalahan korban, karena menurut mereka, korban orang yang tertutup," sambunhnya.

Jenazah M kemudian langsung dibawa pihak keluarga untuk disemayamkan tanpa melewati proses autopsi.

"Karena pihak keluarga tidak berkenan dilakukan autopsi," tutup Rosana.

(ain/yld)