Tanpa Ditunggangi, Buruh Sudah Kuat
Sabtu, 06 Mei 2006 16:24 WIB
Jakarta - Banyak pendapat yang mengatakan aksi buruh beberapa waktu lalu ditunggangi kelompok tertentu. Namun budayawan Mudji Sutrisno berpendapat sebaliknya. Menurutnya, buruh sudah kuat sejak akarnya sehingga tidak perlu ditunggangi.Hal itu disampaikan pria yang akrab disapa Romo Mudji, usai seminar bertajuk "Protes Itu: Masih Relevankah Seni Sebagai Kritik Sosial?" di Taman Ismail Marzuki, Jl Cikini Raya, Jakarta, Sabtu (6/5/2006)."Kekuatan buruh itu kuat sekali. Aksi mereka itu kan karena kegamangan dan ketidaktelitian pemerintah dalam mengatur sistem ketenagakerjaan," cetus Romo Mudji.Ditambahkannya, penolakan yang dilakukan buruh sudah tepat. Sebab rencana revisi UU 13/ 2003 tentang ketenagakerjaan memang dinilai merugikan buruh dan menguntungkan pengusaha."Dalam penyusunan UU 13/ 2003 juga kan melalui perundingan buruh, pemerintah dan pengusaha. Dulu dikatakan mau untuk membenahi sistem investasi. Ini belum dijalankan maksimal sudah mau diubah lagi dengan alasan yang sama. Pantas saja buruh marah," kata Romo Mudji.Ia lantas mengatakan, pengusaha sebenarnya bisa mengoptimalkan keuntungannya tanpa membertkan buruh. Hal itu bisa dilakukan jika mereka berani berkumpul bersama dan katakan tidak untuk pungutan liar alias pungli."Sekarang ini pengusaha cuma perlu say no to pungli, bukan meminggirkan hak-hak buruh untuk mendapatkan untung besar. Dan kalau pemerintah ngotot revisi ya sudah Pemilu selanjutnya tidak dipilih lagi," demikian Romo Mudji.
(jon/)











































