Kapolri Minta Jajaran Tak Antikritik-Dengar Koreksi Masyarakat

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 12 Jan 2022 22:54 WIB
Kapolri Jenderal Lstyo Sigit Prabowo
Foto: Kapolri Jenderal Lstyo Sigit Prabowo (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menggelar analisis dan evaluasi (anev) bersama seluruh jajaran di Mabes Polri. Sigit meminta agar jajaran Polri tidak antikritik dan memperbaiki apa yang dikoreksi masyarakat.

"Terima kasih rekan-rekan yang telah mengikuti rangkaian Anev ini dari pukul 10.00 sampai pukul 18.00 WIB, mungkin ini Anev terlama. Semoga ini bermanfaat bagi rekan-rekan untuk mengisi program kegiatan kita di tahun 2022 ini, menjadi lebih baik dari tahun 2021," kata Sigit dalam keterangannya, Rabu (12/1/2022).

Dalam memberi arahan, Sigit menekankan kepada seluruh jajarannya untuk menatap dan menghadapi tahun 2022 dengan terus melakukan perbaikan pelayanan publik dan menjaga kepercayaan masyarakat. Sigit meminta jajarannya agar tetap melakukan perubahan untuk mewujudkan polisi yang diharapkan dan dicintai oleh masyarakat.

"Kemudian dihadapkan dengan bagaimana menuju transformasi Polri yang Presisi. Terkait dengan posisi Polri di mata masyarakat, tingkat kepercayaan dan kepuasan, tadi sudah kita ukur. Dinamika yang ada, kapan kepuasan, kepercayaan publik meningkat dan kapan kepercayaan publik itu turun," ujar Sigit

Lebih lanjut, mantan Kabareskrim Polri ini juga meminta agar jajarannya tidak antikritik dan terus mau memperbaiki diri berdasarkan koreksi-koreksi yang diberikan masyarakat. Dia juga meminta agar jajarannya bisa terus hadir dan berpihak kepada masyarakat terlebih merespons apa yang menjadi keinginan masyarakat.

"Terkait dengan pembinaan dan perbaikan terus kita lakukan untuk meningkatkan dan mengembalikan kepercayaan masyarakat. Karena Polri betul-betul bisa hadir melaksanakan tugas pokok secara profesional, kita tidak antikritik dan perbaiki koreksi-koreksi yang diberikan masyarakat dan betul-betul bisa diperbaiki," tutur Sigit.

"Di mana Polri harus hadir dan keberpihakan kepada masyarakat yang selama ini membutuhkan adanya nilai keadilan harus terus ditingkatkan. Khususnya responsif terhadap apa yang menjadi kemauan masyarakat," lanjut Sigit.

Sigit beralasan aspirasi dan harapan masyarakat terhadap Polri merupakan masukan demi menjadikan Korps Bhayangkara sebagai lembaga yang dicintai masyarakat. Karena itu, Sigit sekali lagi mengingatkan agar kepolisian jangan lelah untuk terus melakukan evaluasi atas segala masukan yang ada.

"Potret dan warna yang disampaikan masyarakat bagaimana menyukai polisi dan tidak menyukai polisi, harapan dan hal-hal yang bisa diwujudkan Polri, hal-hal yang buat Polri dipercaya dan tidak, itu semua kita harus pahami, tinggal bagaimana menguatkan dan membesarkan hal yang meningkatkan kepercayaan. Dan kurangi hal-hal yang mengurangi kepercayaan Polri. Kita harus jaga 400 ribu lebih anggota dan institusi. Ada harapan yang baik jika bertemu dengan polisi," tutur Sigit.

Kemudian, Sigit juga berpesan agar Polri selalu siap mengantisipasi sejak dini terkait segala agenda atau event nasional maupun internasional yang akan diselenggarakan di Indonesia. Terlebih, kata dia, saat ini Indonesia masih berada pada konidisi pandemi COVID-19.

"Proses perjalanan event tersebut, ini pertaruhan Indonesia di mata dunia dan kewajiban Polri dari sisi menjaga kamtibmas dapat berjalan dengan baik. Semua sudah mendengar dari rekan-rekan yang bertugas di bidang pencegahan, penegakan hukum, pemeliharaan harkamtibmas dan kita saat ini dalam posisi menyamakan gerakan," papar Sigit.

(maa/jbr)