Geger Pasutri di Medan Patah Tulang-Berlumur Darah Diduga Dianiaya Tetangga

Datuk Haris Molana - detikNews
Rabu, 12 Jan 2022 20:47 WIB
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi (Ahmad Arfah/detikcom)
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi (Ahmad Arfah/detikcom)
Medan -

Sebuah video menunjukkan seorang warga berlumuran darah diduga dianiaya viral di media sosial (medsos). Polisi pun turun tangan.

Dilihat detikcom, Rabu (12/1/2022), terlihat sejumlah pria dan wanita berada dalam video tersebut. Tampak wajah salah satu pria di video itu seperti berlumuran darah.

Dia tampak diapit oleh seorang wanita di sampingnya dan seorang pria di belakangnya. Lalu ada juga seorang pria berpeci berada di depan seperti sedang menenangkan mereka. Mereka terlihat berbicara sesamanya. Selain itu, tampak seorang pria memegang suatu benda di tangan sebelah kanannya.

Narasi video itu menyebut bahwa peristiwa tersebut diduga dipicu bunyi klakson hingga berujung penganiayaan.

Korban yang berlumuran darah disebut merupakan pengendara mobil bernama Darwin Tanadi (42). Dia mengalami luka di bagian kepala akibat dihantam besi oleh tetangganya berinisial R.

Sedangkan istri Darwin bernama Agustina (35) mengalami patah tulang tangan kiri dan luka bagian kepala akibat pukulan dengan benda tumpul.

Lalu, peristiwa ini berawal dari Darwin mengendarai mobil hendak keluar dari Kompleks Perumahan Ivori, Lingkungan III, Kelurahan Titipapan, Medan Deli, Kota Medan, pada Minggu (9/1).

Sementara itu, Rudi juga hendak keluar dari rumahnya dengan menumpangi mobil. Karena khawatir bersenggolan, Darwin menekan klakson. Si pelaku merasa tidak senang diklakson dan seketika mendatangi korban dan terjadilah aksi penganiayaan.

Setelah aksi penganiayaan, suami istri tersebut dilarikan ke RS Royal Prima Marelan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut

Kedua Pihak Lapor Polisi

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan peristiwa itu masih ditangani. Hadi menyebut kedua belah pihak telah melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

"Satunya bikin laporan di Polsek Medan Labuhan, satunya bikin laporan di Polres Belawan. Keduanya sudah ditangani oleh penyidik di polres maupun di polsek," kata Hadi dimintai konfirmasi, Rabu (12/1).

Hadi mengaku pihaknya masih mendalami peristiwa tersebut. Dari informasi yang didapatkan, hal tersebut terkait persoalan klakson.

"Kita sementara masih mendalami karena kalau hasil keterangan sementara yang pasutri itu dia membunyikan klakson panjang yang mengagetkan. Itukan keterangan dari si pasutri. Sementara keterangan dari pihak satu lagi, itu belum kita gali," ucap Hadi.

Hadi mengaku terkait saling lapor itu, pihaknya belum menetapkan tersangka.

"Keduanya pun belum ditetapkan sebagai tersangka," sebut Hadi.

(dhm/jbr)