Remaja di Riau Tewas Gantung Diri, Aksinya Direkam Ponsel

Raja Adil Siregar - detikNews
Rabu, 12 Jan 2022 17:06 WIB
Ilustrasi Gantung Diri
Ilustrasi bunuh diri (Mindra Purnomo/detikcom)
Pekanbaru -

Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Seorang remaja inisial RS (17) ditemukan tewas gantung diri di rumahnya Pelalawan, Riau. Mirisnya, ia merekam tindakan mengakhiri hidupnya tersebut.

Kasat Reskrim Polres Pelalawan AKP Narsy Marsy mengatakan korban bunuh diri pada Minggu (9/1). Narsy mengakhiri hidup dengan gantung diri di pintu kamar.

"Korban ditemukan meninggal dunia pukul 02.00 WIB. Ditemukan kakak iparnya," kata Narsy, Rabu (12/1/2022).

Kakak ipar korban, SU (31), kaget melihat korban tergantung di pintu kamar dengan seutas tali. Melihat adiknya gantung diri, SU langsung berteriak histeris.

"Melihat hal tersebut, Saksi SU histeris dan membangunkan suaminya. Kemudian SU buru-buru menurunkan korban RS dengan maksud ingin menyelamatkan korban. Tapi, saat diturunkan, korban tak bernyawa lagi," katanya.

Setelah itu, kakak ipar korban melaporkan kejadian kepada ketua RT setempat. Tak lama kemudian, seluruh keluarga datang, korban pun dibawa ke rumah duka.

"Fakta yang ditemukan di lapangan, korban sebelum kejadian sempat pergi ke Sorek jalan-jalan bersama dengan saksi. Mereka kembali ke rumah sekitar pukul 23.00 WIB," katanya.

Selain itu, korban pernah bercerita umurnya tidak lama lagi. Bahkan korban sempat merekam aksinya bunuh diri pakai HP dan membuat surat.

"Benar bahwa sebelum korban mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri, korban merekam kejadian bunuh dirinya. Direkam pakai HP korban dan meninggalkan pesan di secarik kertas. Diduga kuat korban bunuh diri akibat ada depresi," katanya.

(ras/mud)