Kini Tenaga Kesehatan Muslim di Singapura Mulai Berhijab Saat Bekerja

Lusiana Mustinda - detikNews
Rabu, 12 Jan 2022 10:33 WIB
Tenaga medis di Singapura sudah diperbolehkan mengenakan hijab sejak November tahun 2021 lalu.
Foto: Getty Images/iStockphoto/tonefotografia
Jakarta -

Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung mengatakan pada Senin (10/01/22) bahwa sekitar satu dari lima tenaga kesehatan perempuan muslim sudah mulai mengenakan hijab di tempat kerja sejak diizinkan pada November lalu.

"Beberapa staf memilih untuk tidak melakukannya, sementara beberapa lainnya mempertimbangkan hal ini. Kami menghormati keputusan masing-masing individu," tambahnya dalam jawaban parlemen.

Ia menanggapi Dr Wan Rizal Wan Zakariah (Jalan Besar GRC) yang meminta pembaruan agar petugas kesehatan mengenakan hijab saat berseragam.

Menteri Ong mengatakan rumah sakit telah menetapkan pedoman klinis dan staf informasi untuk memastikan bahwa persyaratan pengendalian infeksi diikuti untuk keselamatan pasien dan staf.

"Petugas yang memilih mengenakan hijab juga sudah menjalani refitting (memperbaharui) masker N95," jelas Ong dalam Straits Times (11/01/22).

Agustus lalu, Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan kebijakan yang direvisi untuk mengenakan hijab akan berlaku untuk lebih dari 7.000 petugas kesehatan. Langkah tersebut diumumkan selama acara pidato National Day Rally pada 29 Agustus lalu oleh Perdana Menteri Lee Hsien Loong.

Perdana Menteri Lee mengakui bahwa mengenakan hijab telah menjadi semakin penting bagi komunitas muslim, yang mencerminkan tren umum religiositas yang lebih kuat dalam Islam di seluruh dunia termasuk di Asia Tenggara dan Singapura.

"Hal tersebut juga menjadi bagian penting dari iman seorang muslimah. Selama beberapa dekade terakhir, lebih banyak wanita muslim di Singapura yang mengenakan hijab, baik di lingkungan sosial maupun di tempat kerja," ujar Lee.

Dalam jawaban tertulis, Ong mengatakan bahwa respon staf non muslim mengenai staf muslim umumnya positif. Dengan staf muslim menyatakan penghargaan atas perubahan ini dan pasien juga menghormati keinginan perawat.

"Beberapa tenaga medis juga mendapat pujian dari pasien atas pakaian mereka yang rapi dan profesional dengan hijab mereka," pungkas Ong.

(lus/row)