Gaet BUMN-BUMD, Ganjar Canangkan Program Bangun Rumah-Listrik Murah

Atta Kharisma - detikNews
Selasa, 11 Jan 2022 22:11 WIB
Ganjar Pranowo
Foto: Istimewa
Jakarta - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menggaet perusahaan milik BUMN dan BUMD dalam mengentaskan persoalan kemiskinan. Sejumlah program mulai dari pembangunan rumah layak huni hingga bantuan program listrik murah diluncurkan.

Adapun perusahaan pelat merah yang digandeng yakni PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Bank Perkreditan Rakyat Badan Kredit Kecamatan (BPR BKK) se-Jawa Tengah. PLN nantinya bakal memberi bantuan listrik murah, sementara BPR BKK akan membantu dalam pengadaan rumah layak huni.

"Tadi ada tujuh rumah dengan menggabungkan banyak kegiatan. Pertama memang target kita dalam penurunan kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah," ujar Ganjar dalam keterangan tertulis, Selasa (11/1/2022).

Ganjar menjelaskan sejumlah bantuan yang diberikan berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan tersebut. Dia pun mengajak para bupati berperan aktif dalam menangani kemiskinan di wilayah masing-masing dengan cara gotong-royong.

"Lalu ada bantuan dari CSR termasuk pemasangan listrik (Program Listrik Murah) dan bantu jamban (Program Rumah Sehat Layak Huni) dari BPR BKK. Saya lihat titik tadi pengerjaan bagus. Ini saya titip pada Pak kades sama masyarakat untuk saling membantu. Ternyata, gotong-royong bisa menuntaskan semua urusan," ungkapnya.

Salah seorang penerima bantuan, Rulasilah (65) bersyukur atas program-program tersebut. Ibu tiga anak ini mengaku tidak perlu lagi buang air besar di aliran sungai.

"Terima kasih pak Ganjar atas bantuannya, semoga bermanfaat. Saya sehari-hari sama bapak bekerja sebagai buruh, tidak cukup untuk memperbaiki rumah dan membuat jamban," ucapnya.

Sebelumnya, Ganjar menegaskan keseriusannya melakukan penanganan kemiskinan ekstrem di wilayah Jawa Tengah. Tercatat, ada lima kabupaten di Jateng yang masuk prioritas penanggulangan kemiskinan ekstrem yakni Kabupaten Banyumas, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Brebes, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Kebumen. (fhs/ega)