Keluarga Ambil Jenazah Jabir dan Abdul Hadi Pagi Ini
Sabtu, 06 Mei 2006 09:20 WIB
Semarang - Setelah seminggu berada di RS Bhayangkara Semarang, dua jenazah tersangka teroris yang tewas dalam penggerebekan di Wonosobo, yakni Gempur Budi Angkoro alias Jabir dan Abdul Hadi alias Bambang, diambil keluarganya pagi ini, Sabtu (6/5/2006). Keluarga Jabir yang beralamat di Mojorejo, Kebonsari, Madiun berangkat dari Solo bersama keluarga Abdul Hadi (Sukoharjo) sekitar pukul 05.30 WIB. Keluarga Jabir akan didampingi kuasa hukumnya, Kholid Syaefulloh, sedangkan keluarga Abdul Hadi akan didampingi Muh. Kurniawan. "Dulu, waktu kita berangkat pada waktu yang berbeda, kami mendapat perlakukan yang berbeda saat melihat jenazah. Karena itu, sekarang kami berangkat bersama biar lebih mudah," kata Kurniawan kepada detikcom melalui ponselnya, Sabtu (6/5/2006). Sebelum menuju RS Bhayangkara, rombongan akan mampir ke Polda Jateng, Jl Pahlawan Semarang. Karena surat izin pengambilan jenazah sudah dikantongi, di Polda mereka hanya akan menandatangani BAP (Berita Acara Pemeriksaan). Kurniawan berharap, untuk pengambilan jenazah, kepolisian tidak berbelit-belit seperti pada saat keluarga ingin melihat jenazah. "Pada saat penandatanganan BAP, kami juga berharap tidak ada hambatan," ujar Koordinator Islamic Study and Action Center atau ISAC Solo ini. Pengambilan jenazah ini terkait dengan kesesuaian DNA antara jenazah dengan pihak keluarga. Kepolisian mempersilahkan keluarga mengambil untuk kemudian dimakamkan di daerah asalnya. Almarhum Jabir direncanakan akan dimakamkan di samping sepupunya, Faturrahman Al-Ghozy yang disebut-sebut sebagai salah satu perakit bom yag handal dan tewas ditembak tentara Filipina Oktober 2003 lalu.
(ddn/)











































