PB HMI MPO Dukung PT 0%, LaNyalla: Arah Bangsa Ini Perlu Dikoreksi

Dea Duta Aulia - detikNews
Selasa, 11 Jan 2022 19:38 WIB
Ketua DPD LaNyalla
Foto: DPD RI
Jakarta - Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (PB HMI MPO) dukung upaya Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) untuk memperjuangkan Presidential Threshold (PT) 0 persen.

"Tentu ini bagian dari upaya kita untuk memperbaiki demokrasi dan proses legitimasi kepemimpinan nasional," kata Ketua Umum PB HMI MPO Affandi Ismail dalam keterangan tertulis, Selasa (11/1/2022).

Ia menerangkan, Presidential Threshold 20 persen dinilai kurang tepat karena melahirkan pemimpin yang transaksional serta dikendalikan oleh oligarki.

"Kita tak ingin pemimpin nasional berada dalam cengkraman oligarki. Maka, Presidential Threshold 0 persen adalah jawabannya," katanya.

Untuk mewujudkan cita-cita Presidential Threshold 0 persen tidak hanya melalui Mahkamah Konstitusi saja, namun perlu dukungan dari parlemen jalanan.

"Selain judicial review ke Mahkamah Konstitusi, saya kira perlu pressure dalam bentuk parlemen jalanan," tambahnya.

Ia juga berharap PB HMI MPO dengan DPD RI bisa saling bersinergi untuk mengontrol jalannya arah bangsa.

"Kami berharap bisa bersinergi dengan DPD RI," terangnya.

Sementara itu, Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengucapkan terima kasih kepada PB HMI MPO karena telah mendukung Presidential Threshold 0 persen. LaNyalla yakin upayanya untuk memperjuangkan Presidential Threshold 0 persen akan semakin besar.

"Waktu awal saya bicara Presidential Threshold 0 persen, mungkin saya dianggap aneh. Tapi sekarang sudah menjadi kepentingan bersama," kata LaNyalla.

LaNyalla menerangkan, gagasan tersebut bertujuan untuk mengoreksi arah perjalanan bangsa. Serta meluruskan kembali supaya arah bangsa tidak terpengaruh oleh oligarki.

"Arah perjalanan bangsa ini perlu dikoreksi. Perjuangan Presidential Threshold ini adalah upaya meluruskan kembali jalan bangsa ini agar tak terkooptasi oleh kaum oligarki," tutup LaNyalla. (ega/ega)