Bawa Airsoft Gun-Kejut Listrik, Debt Collector di Jaktim Diciduk Polisi

Fakhri Fadlurrohman - detikNews
Selasa, 11 Jan 2022 11:32 WIB
Airsoft gun dan taser gun yang dibawa debt collector di Jaktim
Airsoft gun dan taser gun yang dibawa debt collector di Jaktim. (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Polisi menangkap seorang pria berinisial FST yang kedapatan membawa airsoft gun dan taser gun (alat kejut listrik) di Jl Otista Raya, Jakarta Timur. Belakangan FST diketahui merupakan seorang debt collector.

"Yang bersangkutan debt collector. Kami amankan di Jl Otista," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Ahsanul Muqqafi, Selasa (11/1/2022).

Peristiwa ini terjadi pada Senin (10/1), pukul 00.30 WIB. Saat itu polisi mencurigai FST yang sedang berboncengan motor dengan temannya berinisial H dari arah Kampung Melayu ke Cawang, Jakarta Timur.

Polisi kemudian menyetop keduanya karena tidak memakai helm. Setelah itu, polisi memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan yang dikendarai pelaku.

"Karena saat itu pelaku yang mengendarai sepeda motor tersebut tidak dapat menunjukkan kelengkapan surat-surat dari sepeda motor, akhirnya saudara FST dengan saudara H disuruh turun dari atas sepeda motor," jelasnya.

Polisi yang merasa curiga akhirnya menggeledah pelaku FST dan temannya. Sedangkan polisi yang lain memeriksa jok motor yang ditunggangi pelaku.

Ternyata di dalam jok motor pelaku ditemukan satu pucuk senjata airsoft gun dan satu alat kejut listrik. Penggeledahan tersebut disaksikan juga oleh pelaku.

"Dan benar di dalam jok sepeda motor tersebut ada 1 buah tas selempang warna hitam yang di dalam tas tersebut terdapat 1 pucuk senjata api jenis airsoft gun berikut amunisi dan buku kepemilikan airsoft gun," ujarnya.

Saat ini pelaku telah berubah status menjadi tersangka dan akan melakukan penahanan. Kepolisian sendiri masih menyelidiki motif dari membawa senjata api ke muka umum.

"(Motif) itu sedang kita dalami, karena di samping membawa airsoft gun juga alat kejut listrik," imbuhnya.

Saat ini pelaku diperiksa di Polres Metro Jakarta Timur. Pelaku dijerat dengan Pasal 1 ayat (1) UU Darurat RI No 19 Tahun 1951.

(mea/mea)