Bikin Resah Warga Agam, Harimau Sumatera Ditangkap Petugas BKSDA

Jeka Kampai - detikNews
Selasa, 11 Jan 2022 11:06 WIB
Seekor harimau Sumatera ditangkap BKSDA Sumbar karena resahkan warga Agam
Seekor harimau Sumatera ditangkap BKSDA Sumbar karena meresahkan warga Agam. (Dok. BKSDA Sumbar)
Agam -

Sempat membuat resah warga karena sering muncul di pemukiman penduduk, seekor harimau Sumatera (Panthera tigris Sumaterae) akhirnya diamankan petugas BKSDA (Balai Konservasi dan Sumberdaya Alam) Sumatera Barat.

Satwa liar itu masuk perangkap yang dipasang BKSDA di Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aie, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.

"Kita berhasil menyelamatkan seekor harimau Sumatera berjenis kelamin betina, diperkirakan berumur tiga tahun," kata Kepala BKSDA Sumbar, Ardi Andono kepada wartawan, Selasa (11/1/2022).

Menurut Ardi, harimau diketahui pertama kali muncul pada 30 November 2021 silam. Sejak saat itu, BKSDA Sumbar melalui Resor Konservasi Agam bersama Tim Patroli Anak Nagari (Pagari) telah melakukan penanganan guna mencegah terjadinya konflik.

"Penanganan berupa penggiringan dengan bunyi bunyian selama lebih dari empat puluh hari, namun tidak membuahkan hasil dan membuat harimau Sumatera ini justru mendekat ke pemukiman," kata dia.

Untuk menghindari kerugian warga yang lebih besar dan jatuh nya korban jiwa termasuk keselamatan harimau Sumatera tersebut, BKSDA Sumbar mengambil langkah menangkap dengan kandang jebak yang dipasang di kebun sawit. Lokasinya berjarak 200 meter dari rumah warga, sampai akhirnya satwa berhasil ditangkap.

Harimau akan dibawa ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dhamasraya (PRHSD) untuk dilakukan observasi.

Konflik Harimau Sumatera di Palembayan ini telah menyebabkan seekor anak sapi mati dan induknya terluka. Selain itu, masyarakat enggan ke kebun.

Hasil analisis penyebab harimau Sumatera ini turun dari hutan Cagar Alam Maninjau adalah kekurangan pakan akibat adanya penyakit African Swine Fever (ASF) yang menyebabkan kematian masal babi hutan di Agam sebanyak kurang lebih 50 ekor.

Harimau Sumatera adalah satwa dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 106/2018 dan saat ini populasinya di alam liar terus menurun. Untuk itu perlu upaya bersama dalam melestarikan harimau Sumatera utamanya di Sumatera Barat karena terdapat dua landscape besar koridor Harimau Sumatera yang tersisa.

(mud/mud)