Timtim Tidak Akan Minta Bantuan Militer dari Aussie
Sabtu, 06 Mei 2006 06:21 WIB
Canberra - Guna menjaga keamanan di Timor Timur, Perdana Menteri Australia John Howard menawarkan bantuan militer. Namun tawaran tersebut ditolak oleh pemerintah Timtim.Pernyataan Australia tersebut muncul setelah timbulnya gelombang eksodus dari Dili menyusul adanya rumor akan terjadi bentrokan antara militer dan polisi. Ketegangan melanda Dili, setelah 600 tentara yang diberhentikan menggelar aksi unjuk rasa. Aksi tersebut akhirnya rusuh. Kurang lebih 4 orang tewas dan sekitar 100 rumah dan sebuah pasar dirusak massa. Meskipun menolak kehadiran pasukan Australia, namun Timtim tetap menerima kehadiran PBB. "Kami akan mengadakan beberapa agenda penting tahun depan, pemilu, yang akan diselenggarakan tahun 2007," ujar da Silva seperti dilansir ABC, Sabtu (6/5/2006)."Jadi saya pikir kehadiran PBB sangat diharapkan. Dan saya rasa itu hal yang baik bagi kami, karena kami masih memliki beberapa agenda politik pada tahun mendatang," imbuhnya.Situasi Timtim saaat ini menurut Dubes Timtim untuk Australia, Hernani da Silva sudah kondusif. Warga sudah kembali ke kantor masing-masing untuk bekerja. "Jadi pada saat ini kami belum mendapat informasi dari Dili bahwa kami membutuhkan bantuan langsung, belum lah," katanya.Hernani da Silva menambahkan terserah pemerintah Australia akan mengambil dalam peran apa dalam misi PBB pada pemilu tahun depan.
(ddn/)











































