Polisi Panggil Admin Akun Pemkot Depok soal Retweet 'Polisi Penembak FPI'

Nahda Rizki Utami - detikNews
Selasa, 11 Jan 2022 11:02 WIB
LONDON, ENGLAND - NOVEMBER 07:  In this photo illustration, the Twitter logo and hashtag #Ring! is displayed on a mobile device as the company announced its initial public offering and debut on the New York Stock Exchange on November 7, 2013 in London, England. Twitter went public on the NYSE opening at USD 26 per share, valuing the companys worth at an estimated USD 18 billion.  (Photo by Bethany Clarke/Getty Images)
Twitter (GettyImages)

Pemkot Depok Duga Akun Di-hack

Setelah heboh mencuit ulang postingan itu, akun Twitter resmi Pemkot Depok juga dinonaktifkan. Akun tersebut tidak bisa diakses dan bertulisan 'no Tweets', 'no Photos', 'no likes'.

Manto menyebut penonaktifan akun sebagai langkah pengamanan Pemkot Depok. Pihaknya masih menelusuri penyebab akun me-retweet unggahan 'Cari Keluarga Polisi Penembak FPI'.

"Untuk pengamanan sementara sekaligus mencari penyebabnya," ucap Manto.

Seperti diketahui, viral di media sosial akun Twitter resmi Pemerintah Kota (Pemkot) Depok me-retweet unggahan berisi ajakan mencari informasi keluarga Ipda M Yusmin Ohorella, salah satu polisi yang menembak laskar FPI.Pemkot Depok tengah melakukan penelusuran.

"Kita baru tahu, kita cek kita baru tahu, sedang di-hack mungkin ya. Kita cari tahu hacker itu siapa gitu lho, sedang kita cari tau siapa juga dan jelas adminnya admin yang mengelola apa medsos itu tidak pernah me-tweet-kan masalah politik dan sebagainya nggak pernah, itu intinya itu," ujar Kadis Kominfo Pemerintah Kota Depok, Manto, saat dimintai konfirmasi, Minggu (9/1).

"Iya sedang ditelusuri," tambahnya.


(mea/fjp)