Kemarau Datang, Diare Ancam Sumatera Selatan
Jumat, 05 Mei 2006 21:31 WIB
Palembang - Musim kemarau mulai terasa di Sumatera Selatan. Bila beberapa pekan lalu, banjir menyerang warga, kini penyakit diare atau Gastro Enteritis mengancam warga. Daerah endemis penyakit diare tersebar di lima kabupaten, yakni Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Ogan Komering Ulu Timur, Banyuasin, dan Musi Banyuasin. "Khusus daerah Musi Banyuasin diperkirakan sudah ada perubahan, sebab pemerintah daerahnya telah menganggarkan air bersih untuk masyarakatnya, namun setiap keluarga tetap harus lebih waspada," kata Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Selatan Syahrul Muhammad, di kantornya, Jalan Jenderal Sudirman Palembang, Jumat (5/5/2006). "Guna mengantisipasinya, kami sudah memberikan berbagai penyuluhan dan penjelasan kepada berbagai daerah di Sumsel. Terutama daerah rawan kekeringan, itu sudah diberi penjelasan," ujarnya. Penyakit diare lebih dipengaruhi oleh air kurang bersih, udara berdebu, dan sungai-sungai kering. Kondisi ini berlangsung selama musim kemarau. Sementara Palembang, meskipun tidak masuk daerah endemis penyakit diare, tapi beberapa kawasan pemukiman seperti di tepian anak sungai, rawa-rawa dan perkotaan termasuk daerah yang sering ditemukan korban penyakit diare. Makanya, dari bulan ke bulan, dan tahun ke tahun pada sejumlah rumah sakit di Palembang tidak pernah absen penyakit diare dalam daftar sepuluh penyakit terbesar, seperti di Rumah Sakit Dr Mohammad Hoesin, RS Islam Siti Khadijah, RS RK Charitas, RS Daerah Palembang BARI, dan RS Muhammadiyah.
(ddn/)











































