Polisi Cermati Beda Versi Dugaan Tipu-tipu Penipuan Siomai

Tim detikcom - detikNews
Senin, 10 Jan 2022 23:17 WIB
siomay. traditional indonesian food with peanut sauce. dumpling
Ilustrasi siomai (Foto: Getty Images/iStockphoto/ferlistockphoto)
Jakarta -

Kasus dugaan penipuan pembelian siomai Rp 4,2 juta di Penjaringan, Jakarta Utara, kini memasuki babak baru. Saat ini polisi sedang menganalisis keterangan pelapor dan terlapor dalam kasus ini.

Kasus ini berawal ketika E, yang merupakan korban, bersepakat dengan terlapor berinisial M yang hendak membeli siomai. Pembelian dilakukan beberapa kali dengan nilai pesanan yang berbeda.

E mengaku telah mengirimkan siomai sesuai pesanan terlapor. Namun hingga saat ini uang pembelian seharga Rp 4,2 juta tidak kunjung dibayar M.

Kasus ini kemudian viral dan menjadi perbincangan di media sosial (medsos). Si pedagang memutuskan melapor ke polisi karena tagihan pembelian siomai tak kunjung dibayar terlapor.

Laporan korban itu teregister dengan nomor LP/B/1092/XII/2021/SPKT/POLSEK METRO PENJARINGAN/POLRES METRO JAKARTA UTARA/POLDA METRO JAYA.

Setelah si pedagang melapor, polisi pun langsung menyelidiki kasus ini. Dengan mendengar keterangan dari pelapor dan terlapor dan saksi lain.

2 Saksi Diperiksa

Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan AKP Fajar mengatakan pihaknya sudah memeriksa dua orang saksi dalam kasus tersebut.

"Yang pasti tahapannya penyelidikan dari awal, laporan juga baru tanggal 21 Desember 2021, periksa saksi 1, terus periksa saksi 2," kata Fajar kepada detikcom, Senin (10/1/2022).

Fajar mengatakan pelapor sudah memberikan klarifikasi terkait laporan dugaan penipuan itu. Pelapor, kata Fajar, juga menunjukkan bon pembelian siomai itu.

"Kalau klarifikasi sudah, cuma dia lagi ngumpulin barang bukti lagi. Terus ini bukan siomai jalanan. Ini siomainya Rp 14 ribu atau Rp 15 ribu satu biji. Di bon kan 100 siomai, Rp 1.450.000," ujarnya.

Simak juga Video: Bikin Laper: Yummy! Bakso Telur Berlumur Sambal Siomay

[Gambas:Video 20detik]