Warga Lereng Merapi Dekat Aliran Lava Pijar Enggan Mengungsi
Jumat, 05 Mei 2006 17:30 WIB
Yogyakarta - Meski Pemerintah Kabupaten Sleman berkali-kali meminta warga yang tinggal di lereng Gunung Merapi mengungsi, namun sebagian warga masih enggan. Padahal tempat tinggal mereka berdekatan dengan jalur yang diperkirakan akan dilewati aliran lava pijar bila Gunung Merapi meletus.Pantauan detikcom Jumat (5/5/2006) di Dusun Kali Tengah Lor dan Kali Tengah, Desa Glagah Harjo serta Dusun Kali Adem di Desa Kepuharjo, banyak warga yang enggan mengungsi. Warga masih tetap beraktivitas seperti biasa. Pergi ke ladang, mencari rumput di kawasan lereng Gunung Merapi, maupun aktivitas lainnya. Padahal Pemkab Sleman sudah mewanti-wanti agar masyarakat mengungsi karena lava pijar panas sudah mulai meluncur dan titik api diam sudah tampak mengarah ke pemukiman mereka. Saat ini, tim Satkorlak Penanggulangan Bencana Alam (PBA) Sleman menempatkan beberapa kendaraan di sekitar dusun yang masuk kawasan daerah bencana. Mobil yang tampak disiagakan antara lain truk, Colt L 300 dan truk milik TNI/Polri.Kesiapan angkutan ini tampak terlihat di Dusun Petung, Dusun Jambu. Pemandangan serupa juga terjadi di Desa Umbul Harjo, Dusun Pangku Rejo.Ketua Satlak PBA Sleman Widi Sutikno mengatakan, data pengungsi saat ini tercatat total 1.054 orang. Mereka berada di barak Purwobinangun 171 orang, Balai Wukir Sari Cangkringan 301 orang, Wonokerto Turi 157 orang , Hargobingun 38 orang, Glagah Harjo Cangkringan 152 orang, Girikerto 137 orang , dan Umbulharjo 52 orang.
(jon/)











































