Sunarta Resmi Dilantik Jadi Wakil Jaksa Agung

ADVERTISEMENT

Sunarta Resmi Dilantik Jadi Wakil Jaksa Agung

Yulida Medistiara - detikNews
Senin, 10 Jan 2022 13:00 WIB
Pelantikan Wakil Jaksa Agung Sunarta
Jaksa Agung ST Burhanuddin (Foto: dok. Kejagung)
Jakarta -

Jaksa Agung ST Burhanuddin resmi melantik Sunarta menjadi Wakil Jaksa Agung menggantikan Setia Untung Arimuladi yang telah memasuki masa pensiun. Burhanuddin juga melantik berbagai posisi pimpinan Kejaksaan Agung lainnya, Burhanuddin berharap agar pihak yang dilantik dapat memberikan prestasi yang membanggakan.

"Pengajuan dan pengangkatan seseorang untuk menduduki jabatan teras di lingkungan Kejaksaan Agung ini tiada lain merupakan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan dan eksistensi organisasi atas dasar pertimbangan yang matang, terukur, dan objektif, dengan memperhatikan berbagai aspek, prestasi, dedikasi, loyalitas dan integritas. Saya yakin dipundak saudara, akan banyak catatan tinta emas dan torehan prestasi yang membanggakan, yang akan menjadikan institusi Kejaksaan yang kita cintai ini menjadi semakin baik citranya, terjaga marwahnya, dan memiliki tingkat kepercayaan publik yang tinggi," kata Burhanuddin, dalam keterangan tertulisnya melalui Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Senin (10/1/2022).

Hari ini Jaksa Agung juga melantik Amir Yanto sebagai Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel), Febrie Adriansyah sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), dan Ali Mukartono sebagai Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas).

Burhanuddin menyampaikan pesan kepada Sunarta yang baru dilantik untuk berperan aktif menyusun kebijakan, membantu pelaksanaan pembinaan dan penguatan organisasi kejaksaan. Selain itu Wakil Jaksa AGung juga memiliki kedudukan sebagai ketua tim di beberapa kebijakan strategis kejaksaan seperti Ketua Komite Teknologi Informasi dan Komunikasi Kejaksaan Republik Indonesia, Ketua Tim Pengarah Satu Data Kejaksaan, Ketua Tim Khusus Penuntasan Dugaan Pelanggaran Hak Asasi Manusia Yang Berat; dan Ketua Tim Pengarah Reformasi Birokrasi Kejaksaan Republik Indonesia.

"Sebagai Ketua Tim, saya harap saudara dapat segera menuntaskan pekerjaan tersebut dengan baik. Saya menekankan bahwa roda kinerja Kejaksaan akan berjalan dengan sangat cepat, efektif, dan efisien apabila data dan aplikasi yang tersebar di berbagai bidang dan satuan kerja dapat disatukan dan diintegrasikan dengan rapi," ujar Burhanuddin.

Pelantikan Wakil Jaksa Agung SunartaPelantikan Wakil Jaksa Agung Sunarta dkk (Foto: dok. Kejagung)

Ia juga berpesan pada Amir Yanto yang dilantik sebagai Jamintel agar mensosialisasikan Pedoman Nomor 21 Tahun 2021 tentang Intelijen Penegakan Hukum. Sementara itu dalam UU Kejaksaan terbaru, Kejaksaan memiliki kewenangan terbaru, salah satunya pengawasan multimedia. Burhanuddin meminta agar segera dibentuk peraturan pelaksanaan UU Kejaksaan.

Burhanuddin juga menyampaikan pesan kepada Febri Adriansyah yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, kini dilantik menjadi Jampidsus. Burhanuddin berharap capaian kinerja pemberantasan korupsi di tingkat pusat maupun daerah tidak terlalu jauh gap-nya.

"Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus harus dapat menjadi akselerator dan motor penggerak pemberantasan korupsi bagi satuan kerja di daerah, sehingga capaian kinerja di daerah dapat semakin meningkat performanya," ujarnya.

Burhanuddin juga menyampaikan pesan kepada Ali Mukartono yang dilantik sebagai Jamwas. Ali Mukartono meminta agar pihaknya memperkuat pengawasan melekat hal itu untuk mengurangi adanya penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang. Burhanuddin juga meminta agar jajaran pengawasan meningkatkan kinerja pengawasan menjadi pengawasan digital.

Selain itu Burhanuddin meminta agar para Jaksa Agung Muda untuk memberantas mafia tanah, mafia pelabuhan, mafia pupuk subsidi. Burhanuddin meminta agar mafia pelabuhan dan mafia lainnya disikat habis.

"Di samping itu, kepada para Jaksa Agung Muda, isu aktual terkini yang patut dicermati adalah maraknya mafia tanah, mafia pelabuhan dan bandar udara, serta kelangkaan pupuk bagi petani. Saya telah mengeluarkan Surat Edaran Jaksa Agung Nomor 16 Tahun 2021 tentang Pemberantasan Mafia Tanah dan Surat Edaran Jaksa Agung Nomor 17 Tahun 2021 tentang Pemberantasan Mafia Pelabuhan dan Bandar Udara. Segera laksanakan perintah saya tersebut dan saya tunggu laporan baik atas kinerja dari saudara.

"Kehadiran para mafia tersebut telah meresahkan masyarakat dan mengganggu roda perekonomian negara, bahkan berpotensi terjadinya tindak pidana korupsi yang dapat kerugian perekonomian. Oleh karena itu, saya minta kepada pada Jaksa Agung Muda untuk merapatkan barisan dan lakukan akselerasi pemberantasan para mafia tersebut. Ambil sikap tegas, tanpa kompromi, dan sikat habis para mafia tersebut," ujar Jaksa Agung.

(yld/dhn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT