Gunawan Santoso Kabur Susul Letda Syam Ahmad Sanusi

Gunawan Santoso Kabur Susul Letda Syam Ahmad Sanusi

- detikNews
Jumat, 05 Mei 2006 16:38 WIB
Gunawan Santoso Kabur Susul Letda Syam Ahmad Sanusi
Jakarta - Dalam kasus pembunuhan bos PT Asaba, Boedyharto Angsono dan pengawalnya, Serda Edy Siyep, sebanyak 3 orang dijatuhi hukuman mati. Mereka adalah anggota Marinir TNI AL dan sang aktor intelektual, Gunawan Santoso alias Acin alias Indra Amapta alias Dustin Bakrie, alias Kevin Martin.Tapi dari ketiga orang itu, saat ini yang masih meringkuk di sel menunggu diekskusi mati tinggal seorang. Dia adalah Kopda Suud Rusli. Sedangkan dua lainnya telah kabur, yaitu Letda Syam Ahmad Sanusi dan Gunawan Santoso.Para terpidana ini memang jago kabur. Suud sebelumnya juga telah kabur dua kali. Sedangkan Gunawan dalam "karier" penjaranya, terhitung Jumat (5/5/2006) telah kabur sebanyak 3 kali. Namun yang paling top dalam soal kabur ya Letda Syam Ahmad Sanusi. Pasalnya, begitu kabur untuk pertama kalinya, hingga detik ini keberadaannya tidak terendus.Alkisah, Pengadilan Militer Jakarta mengadili empat anggota Brigade Infantri Marinir Cilandak yakni Letda Syam Ahmad Sanusi, Kopda Fidel Husni, Kopda Suud Rusli dan Pratu Santoso Subianto, sebagai tersangka pembunuh Boedyharto pada 19 Juli 2003. Para prajurit itu kenal dengan Gunawan sejak 1998. Sejak itu pula, Gunawan "membina" mereka dengan memberikan imbalan uang. Ikatan emosional itu lebih berperan dalam peristiwa pembunuhan Boedyharto. Buktinya, keempat tentara itu puas dibayar hanya Rp 4 juta.Dalam proses peradilan, Letda Syam Ahmad Sanusi dan Kopda Suud Rusli dijatuhi hukuman mati pada 4 Februari 2005. Mereka juga dipecat sebagai tentara. Gunawan sendiri divonis mati lebih dulu pada 24 Juni 2004.Sedangkan dua anggota Marinir lainnya, Kopda Fidel Husni dan Pratu Santoso Subianto, dinyatakan pengadilan tidak terbukti bersalah dan divonis bebas. Mereka sudah kembali ke kesatuannya dan nama baiknya sudah direhabilitasi. Gaji mereka yang distop selama ditahan, dirapel. Pada 5 Mei 2005, Letda Syam dan Kopda Suud kabur dari sel tahanan Pangkalan Utama TNI-AL II Jakarta di Jalan Bungur Besar, Jakarta Pusat. Mereka lari dengan menggergaji besi sel ruang tahanannya.Rupanya, Suud kalah top dalam urusan kabur. Buktinya dia berhasil ditangkap kembali pada 31 Mei 2005 di Sumbersari, Malang. Dua tembakan melumpuhkan perlawanannya saat hendak dibekuk koleganya dari TNI AL. Satu peluru menembus paha kiri dan paha kanan dan satu tembakan lainnya mengenai betis kanannya. Suud lalu dibawa ke Jakarta. Dia lantas ditahan di Rumah Tahanan Militer Cimanggis. Tapi rasa rindu yang menyiksa pada kekasih hatinya, Ida Nurhandayani, membuatnya nekat kabur lagi. Pria berotot ini kabur pada Minggu (6/11/2005) dinihari. Suud melarikan diri dengan cara memotong jeruji sel tahanan memakai gergaji besi. Dia lalu memanjat dan turun lagi dari dinding sel memakai sambungan sarung-sarung yang ada di musala rumah tahanan. Suud lantas menemui pacarnya dan kabur bersama. Dalam pelarian, mereka sempat menggelar upacara pernikahan secara agama (nikah siri). Pelarian Suud tak berumur lama. Dia berhasil dibekuk petugas gabungan dari Polsek Pagaden dan Intelpam Puspomad TNI AD, Rabu (23/11/2005) pagi sekitar pukul 07.30 WIB di sebuah saung di sekitar Situ Saradan, Kampung Saradan, Desa Sukamulya, Kecamatan Pagaden, Subang. Jejak Suud cepat diendus karena sering berkomunikasi dengan saudaranya yang tinggal di Jakarta menggunakan telepon dari sebuah wartel di Subang. Selain itu, Suud sering menggunakan ATM sebuah bank di kabupaten itu.Suud lalu digelandang ke RTM Cimanggis lagi dengan pengawalan superketat. Dia juga dicambuki daun kelor untuk mengusir "kesaktian"-nya. Pada 6 Desember 2005, Suud dipindahkan ke Lembaga Permasyarakatan Militer (Masmil) di Sidoharjo, Surabaya. Kini, Suud menghitung hari untuk dieksekusi. Sedangkan rekan sesama terpidana mati, Letda Syam Ahmad Sanusi, tak juga berhasil dibekuk. Kini Gunawan Santoso menyusul Syam menikmati hawa segar dunia bebas.Foto:Gunawan Santoso (nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait