Soal 9 Sandera WNI di Somalia, Deplu Hargai Dong Hwon

Soal 9 Sandera WNI di Somalia, Deplu Hargai Dong Hwon

- detikNews
Jumat, 05 Mei 2006 16:36 WIB
Jakarta - Departemen Luar Negeri (Deplu) menghargai tanggung jawab dari perusahaan Dong Hwon asal Korea Selatan. Perusahaan itu hingga saat ini masih melakukan upaya untuk membebaskan anak buah kapalnya, termasuk 9 WNI yang disandera di Somalia."Kita hargai perusahaan itu. Namun hingga kini belum ada data yang signifikan," kata Juru Bicara Deplu Yuri O Thamrin di kantor Deplu, Jalan Pejambon, Jakarta, Jumat (5/5/2006).Yuri menegaskan, 9 WNI itu berada dalam keadaan selamat dan terpenuhi semua kebutuhannya dengan baik. Hingga saat ini Deplu mengupayakan pembebasan itu melalui fungsi KBRI di Somalia maupun negara-negara yang warganya juga menjadi korban penyanderaan.Apakah pemerintah optimistis terhadap upaya pembebasan ini? "Ya kita sama-sama berdoa dan berusaha keras untuk mencari jalan keluarnya," jawab Yuri.Sementara Direktur Afrika Deplu, Bali Moniaga mengatakan, tebusan telah disepakati namun masih menunggu teknis penyampaian uang tebusan itu kepada kelompok penyandera. "Kendalanya adalah cara penyampaian uang tebusan kepada penyandera," kata Moniaga.Negosiator dari Dong Hwon melakukan kesepakatan tentang tebusan dengan pihak penyandera dari suku Haber Gerbir di Dubai. Moniaga berharap dalam waktu dekat sandera bisa dibebaskan.Kesembilan WNI yang disandera itu berasal dari Slawi, Tegal, dan Pemalang. Mereka adalah Rianto (29), Tarisno (26), Mulyadi (30), Nurul Iman (25), Sanusi (22), Nursaid (27), Mohammad Khujar (33), Iswanto (23) dan Wardono (26).Mereka bersama warga Korsel, Cina, dan Vietnam disandera oleh suku Hadergedir di Harradeeri yang letaknya si selatan Mogadishu pada 4 April lalu. (iy/)


Berita Terkait