Semangat Pedagang Lumpia Difabel Cari Nafkah, Butuh Motor Baru untuk Jualan

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 09 Jan 2022 17:19 WIB
Pedagang lumpia difabel asal Klaten tetap semangat cari rejeki di masa pandemi COVID-19
Foto: Pedagang lumpia difabel asal Klaten tetap semangat cari rejeki di masa pandemi COVID-19 (Ahmad Syauqi/detikcom)
Jakarta -

Peri Santoso (40), seorang penjual makanan kecil lumpia duleg (sosis kecil) terus berjuang mencari nafkah di tengah masa pandemi. Motor beroda tiga yang ditunggangi jadi kendaraannya menjemput rezeki.

Ya, Peri merupakan seorang penyandang disabilitas. Peri kehilangan dua kakinya akibat kecelakaan. Peri tak menjadikan kekurangan fisiknya sebagai alasan untuk berpangku tangan. Di masa pandemi COVID-19 ini, dia tetap semangat untuk mencari nafkah untuk keluarganya.

"Hidup ini harus berjalan, dijalani, bagi saya hidup harus semangat. Life must go on saja pokoknya dengan apa yang kita punya, usahamu adalah nasibmu itu prinsip," tegas Peri.

Mobilitasnya berjualan terbantu dengan motor yang dimodifikasi khusus untuk penyandang disabilitas. Hanya motor itu satu-satunya sarana Peri untuk mencari nafkah.

Tapi, kondisi motornya sudah reyot. Motornya juga kerap mogok. Peri pernah pulang ke rumah sampai dini hari setelah menjajakan dagangan di Jalan Pedan-Juwiring, simpang empat Lapangan Merdeka, Desa Sobayan, Kecamatan Pedan, Jawa Tengah.

Siti Dauli, sang istri menceritakan, kala itu motor suaminya mogok. Sehingga harus menunggu warga lain menolong sampai ke rumah.

"Kendalanya motor, kadang macet apalagi di pertengahan sawah itu motor macet gak ada orang, sempat jatuh, pulang sampai subuh baru kembali, kemana? Ternyata nunggu orang tolongin, sampai jam 4 tolong ke rumah," ucap Siti sedih.

Namun bagi Peri, kondisi itu bukan jadi kendala. Pantang bagi Peri untuk menyerah mendulang rezeki meski pendapatannya turun di saat pandemi.

"Pendapatan turun drastis saat ini. Dulu sebelum ada COVID bisa habis 1.500 butir lumpia duleg tapi sekarang ini paling 700-800 butir saja tidak habis, kadang sampai malam tetapi kalau Rp 50.000 juga masih dapat," ujar Peri.

Biasanya, Peri berjualan di Timur Simpang Empat Lapangan Pedang sampai pukul 15.00 WIB. Setelahnya dia keliling kampung cari pembeli lain.

Peri mengharapkan ada bantuan dari #sahabatbaik untuk membeli motor baru. Sehingga dia bisa terus semangat mencari nafkah untuk keluarganya.

Kamu bisa membantu Peri mendapatkan motor modifikasi baru lewat berbuatbaik.id. Caranya yaitu dengan klik LINK DONASI BERIKUT INI.

Semua donasi yang diberikan seluruhnya akan sampai ke penerima100% tanpa ada potongan. Kamu yang telah berdonasi akan mendapatkan notifikasi dari tim kami. Selain itu, bisa memantau informasi seputar kampanye sosial yang kamu ikuti, berikut update terkininya.

Jika kamu berminat lebih dalam berkontribusi di kampanye sosial,#sahabatbaikbisa mendaftar menjadirelawan. Kamu pun bisa mengikutsertakan komunitas dalam kampanye ini. Yuk jadi#sahabatbaikdengan#berbuatbaikmulai hari ini, mulai sekarang!

(idn/imk)