Anggaran Kunker Luar Negeri DPRD DKI Naik Jadi Rp 45 M

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Minggu, 09 Jan 2022 13:30 WIB
Ilustrasi Gedung DPRD DKI Jakarta di Jl Kebon Sirih
Gedung DPRD DKI Jakarta (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Jakarta -

Anggaran kunjungan kerja (kunker) ke luar negeri anggota DPRD DKI Jakarta dalam Raperda APBD 2022 mengalami kenaikan menjadi Rp 45,1 miliar. Angka ini melonjak 2 kali lipat dibanding yang tercantum dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) sebesar Rp 22,55 miliar.

detikcom mencoba memantau alokasi APBD DKI Jakarta 2022 yang diakses melalui situs https://rkpd.bapedadki.net. Baik dalam KUA-PPAS maupun Raperda APBD 2022, anggaran kunker ke luar negeri komisi-komisi masuk pos anggaran sekretariat DPRD DKI Jakarta dengan sub-kegiatan kunjungan kerja dalam daerah.

Dalam dokumen KUA-PPAS 2022, pagu anggaran yang disiapkan untuk 106 anggota dewan plesir ke luar negeri sebesar Rp 22,55 miliar. Angka ini terdiri atas kunjungan kerja luar negeri komisi-komisi sebesar Rp 21,59 miliar dan kunjungan kerja sister city sebesar Rp 956,42 juta.

Sedangkan dalam dokumen Raperda APBD 2022, anggaran kunjungan kerja luar negeri komisi-komisi melejit jadi Rp 45,1 miliar. Angka ini terdiri atas kunjungan kerja luar negeri komisi-komisi yang meningkat menjadi Rp 43,18 miliar serta kunjungan kerja sister city sebesar 1,91 miliar.

Salah satu yang membuat anggaran melejit adalah jumlah koefisien yang dicantumkan. Misalnya, biaya tiket pesawat perjalanan dinas luar daerah PP dianggarkan sebesar Rp 13,5 miliar. Angka ini didapat dengan estimasi biaya tiket pesawat Rp 40 juta per orang dikalikan 338 orang.

Sedangkan dalam Raperda 2022, alokasi anggarannya tiket pesawat sebesar Rp 27 miliar dengan estimasi biaya tiket pesawat sama, yakni sebesar Rp 40 juta namun jumlah orangnya bertambah jadi 676 orang.

Dalam evaluasi Kemendagri Raperda APBD 2022 tidak terjadi perubahan anggaran kunker ke luar negeri.

Dihubungi terpisah, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra, M Taufik, menuturkan nominal anggaran yang tercantum dalam Raperda 2022 sudah disepakati bersama Pemprov DKI melalui rapat badan anggaran. Adapun lonjakan terjadi karena frekuensi perjalanan dinas mengalami penambahan.

"Iya, pasti itu ada frekuensinya ditambah 2 kali," ujar Taufik saat dihubungi, Minggu (9/1/2022).

(taa/lir)