Firli Bahuri Jawab Anak Pepen: KPK Tidak Terlibat Politik!

Mulia Budi - detikNews
Minggu, 09 Jan 2022 12:07 WIB
Jakarta -

Putri kandung Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Ade Puspitasari, menilai operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap ayahnya adalah pembunuhan karakter. Ketua KPK Firli Bahuri menegaskan bahwa KPK tidak terlibat dalam praktik politik.

Firli menegaskan penetapan tersangka Rahmat Effendi sama sekali tidak berdasarkan pada asumsi dan adanya kepentingan politik. Dia menjamin KPK tidak akan terlibat dalam aksi politik.

"Kami juga ingin memberikan pemahaman bahwa seseorang menjadi tersangka bukan karena ditetapkan oleh KPK, bukan asumsi, bukan juga berdasarkan opini atau kepentingan politik. KPK tidak ikut opini atau kepentingan politik karena KPK tidak ingin dan tidak akan terlibat dalam politik," ujar Ketua KPK Firli Bahuri kepada wartawan, Minggu (9/1/2022).

Firli menegaskan bahwa KPK adalah lembaga yang dapat dijamin independensinya. Dalam bertindak juga KPK dilarang terpengaruh pada kekuasaan apa pun.

"KPK adalah lembaga negara dalam rumpun eksekutif yang independen dan dalam pelaksanaan tugas kewenangannya tidak terpengaruh pada kekuasaan mana pun," kata Firli.n

Lebih lanjut, Firli menilai penetapan tersangka Rahmat Effendi sudah berdasarkan pada bukti permulaan yang cukup sebagai pelaku tindak pidana korupsi. Dia menegaskan KPK tidak pandang bulu dalam pemberantasan korupsi.

"Mohon untuk dipahami juga bahwa sebagaimana yang dimaksud dalam undang-undang, tersangka adalah seseorang yang karena perbuatannya dan atau keadaannya berdasarkan bukti permulaan cukup patut diduga sebagai pelaku tindak pidana," kata Firli.

"KPK tidak akan pernah pandang bulu karena itu prinsip kerja KPK. KPK bekerja dengan berpedoman kepada asas-asas pelaksanaan tugas pokok KPK sebagaimana diamanatkan dalam UU No 19 Tahun 2019 di antaranya kepastian hukum, keadilan, kepentingan umum, transparan, akuntabel, proporsionalitas, dan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Kami masih terus bekerja, dan KPK akan memberikan penjelasan kepada publik setiap perkembangan penyidikan dan penuntutan," imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua DPD Golkar Kota Bekasi yang juga putri kandung Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Ade Puspitasari, menyebut operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK terhadap ayahnya merupakan pembunuhan karakter. Ade Puspitasari berkomentar soal OTT yang dilakukan KPK terhadap ayahnya.

Di hadapan kader Golkar Kota Bekasi, Ade menyebut tidak ada uang sepeser pun yang dibawa KPK saat melakukan penangkapan terhadap ayahnya, yang akrab disapa Pepen. Dia menilai penangkapan ini adalah upaya menjatuhkan nama baik ayahnya.

"Saksinya banyak, stafnya yang di rumah itu saksi semua. Bagaimana Pak Wali dijemput di rumah, bagaimana Pak Wali hanya membawa badan. KPK hanya membawa badan Pak Wali, tidak membawa uang sepeser pun," katanya.

"Logikanya, OTT, saya ada transaksi, 'Bang, saya serahkan (uang)'. Saya ke-gap. Benar nggak? Ini tidak ada, bahwa Pak Wali (Pepen) beserta KPK tidak membawa uang dari pendopo. Uang yang ada di KPK itu uang yang di luaran dari pihak ketiga, dari kepala dinas, dari camat, itu pengembangan, tidak ada OTT, memang ini pembunuhan karakter," ujar Ade.

(rak/gbr)