Beli Siomai Rp 4,2 Juta Berujung Lapor Polisi, Begini Tips Transaksi Aman

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 09 Jan 2022 11:25 WIB
siomay. traditional indonesian food with peanut sauce. dumpling
Ilustrasi Siomai (Getty Images/iStockphoto/ferlistockphoto)
Jakarta -

Seorang tukang siomai melaporkan dugaan penipuan senilai Rp 4,2 Juta yang dialaminya kepada Polsek Penjaringan, Jakarta Utara. Jika belajar dari kasus ini, seperti apa sebenarnya transaksi yang ideal?

Yang perlu diperhatikan pertama-tama ialah tak langsung mengirimkan pesanan. Penjual harus terlebih dulu mengkonfirmasi pesanan tersebut.

"Normatif ya kalau ada pesanan-pesanan seperti ini penjual mestinya tidak mengirimkan pesanan tersebut tanpa melakukan konfirmasi. Apakah nomor kontak, alamat, pembayaran dan sebagainya," kata Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Rizal E Halim, kepada wartawan, Senin (9/1/2022).

Menurutnya, transaksi ideal itu biasanya dikonfirmasi dengan penyertaan uang muka atau DP. Apalagi jika nilai transaksinya sampai Rp 4 juta.

"Idealnya pemesanan itu bisa dikonfirmasi. Bahkan biasanya ada down payment (DP) atau apa. Apalagi siomai sebesar Rp 4 juta cukup banyak," katanya.

Dia menjelaskan bahwa biasanya yang lebih terkendali ialah transaksi melalui suatu platform tertentu atau jika seperti transaksi di media sosial, penjual tidak akan mengirim pesanan jika belum terbayar.

"Kalau melalui platform, biasanya lebih terkendali. Karena setelah pembayaran baru diproses. Begitu juga di medsos. Biasanya penjual di medsos tidak akan mengirim pesanan kalau belum terbayar. Memang dari sisi itu kredibilitas penjual itu jadi penting," ujarnya.

Menurutnya, pelapor harus menjelaskan soal proses pemesanan itu itu seperti apa. Lengkap beserta bukti-bukti transaksinya.

"Pelapor ini harus jelas pemesanan seperti apa. Dan yang terlapornya seperti apa. Dan bukti-bukti yang disajikan oleh pelapor," katanya.

Silakan klik halaman selanjutnya...

Simak juga 'Soal #PercumaLaporPolisi hingga #SatuHariSatuOknum, Kapolri Minta Jajaran Evaluasi':

[Gambas:Video 20detik]