Bupati Ratna 'Menghilang', Pendukungnya Sulit Ditemui

Bupati Ratna 'Menghilang', Pendukungnya Sulit Ditemui

- detikNews
Jumat, 05 Mei 2006 15:23 WIB
Banyuwangi - Sejak situasi politik memanas di Banyuwangi, Jawa Timur, keberadaan Bupati Ratna Ani Lestari seakan ditelan bumi. Ia "menghilang" dan tidak menampakkan diri saat tampuk kepemimpinannya dipersoalkan ribuan warga Banyuwangi, DPRD dan para ulama.Saat demo besar menuntut Ratna mengundurkan diri, Kamis (4/5/2006) kemarin, Ratna dikabarkan berada di Jakarta untuk menghadiri sebuah acara. Namun, saat dicari di sejumlah tempat, tidak ada jejak Ratna di Jakarta. Sempat beredar kabar pada malam harinya, Ratna mengumpulkan seluruh kepala dinas dan camat di Hotel Ketapang, Banyuwangi. Namun setelah dicek juga tidak ditemukan.Pantauan detikcom, Jumat (5/5/2006) di rumah Ratna, Jalan Serayu, Banyuwangi, tampak dijaga sejumlah aparat kepolisian dan pemuda. Rumah Ratna diapit dua jalan besar. Untuk menuju rumah itu bisa masuk melalui pintu Jalan Serayu, namun bisa juga masuk melalui pintu Jalan Bengawan. Pada umumnya tamu-tamu masuk melalui pintu Jalan Bengawan.Pagar pintu rumah pribadi dari Jalan Bengawan tampak mencolok. Pagar terbuat dari kayu dengan cat warna coklat. Di pojok kanan terdapat mikrofon untuk tamu, sedangkan di pojok kiri atas terdapat kamera Closed Circuit Television (CCTV). Sebuah patung harimau tampak berada di sisi pojokan gerbang.Saat melongok ke dalam pekarangan, sejumlah aparat kepolisian dan pemuda duduk-duduk membaca koran dan minum kopi. Saat ditanya apakah Ratna Ani Lestari berada di rumahnya, para penjaga ini bilang tidak ada. Mereka juga mengaku tidak tahu ke mana perginya tuan rumah.Beredar kabar hari ini Ratna berada di Surabaya untuk menghadap Gubernur Jawa Timur Imam Utomo. Namun belum diketahui secara pasti kebenaran informasi tersebut. Saat detikcom berusaha mencari informasi ke para pendukungnya, komentar sulit didapat. Baik Wakil Bupati Banyuwangi Jusuf Nor Iskandar maupun para pimpinan di Pemkab Banyuwangi bungkam. Tidak ada yang berani memberikan komentar.Petinggi partai-partai pendukung Ratna juga tidak ada yang memberikan komentar. Ratna diketahui mencalonkan diri menjadi bupati setelah diajukan oleh 18 partai kecil. Partai itu antara lain PAN, Partai Demokrat, PKS, PKPB, dan PNBK. Namun kelima partai di atas belakangan menarik dukungan dengan alasan berbeda-beda. PKS menarik dukungan karena perbedaan agama yang dianut suami Ratna, sedangkan partai-partai lain tidak jelas. "Kami resmi menarik dukungan setelah mengetahui ternyata pilihan kami keliru. Kami minta Ratna mundur," kata Suroso, Ketua PNBK Banyuwangi.Sehari setelah terjadi aksi massa besar-besaran, situasi Kota Banyuwangi hari ini kondusif. Kantor-kantor tetap buka seperti biasa dan sekolah juga berjalan normal. (jon/)



Berita Terkait