Teknik Gunawan Kabur dari LP Narkotika Cipinang Versi Hamid
Jumat, 05 Mei 2006 14:58 WIB
Jakarta - Lolosnya Gunawan Santoso, otak pembunuhan Dirut PT Asaba Boedyharto Angsono, ternyata tak kalah seru dengan kisah Frank Inmate, tokoh dalam film Escape from Alcatraz. Gunawan berhasil melewati penjagaan serta tembok tinggi di LP Narkotika Cipinang.Kisah pelarian Gunawan ini diceritakan oleh Menkum HAM Hamid Awaludin usai melakukan inspeksi mendadak di LP tersebut. Dikatakannya, Gunawan sama sekali tidak merusak gembok dan pintu blok sel. Gunawan juga menaiki 2 tembok setinggi 3,5 meter."Petugas menemukan dua gembok yang tidak rusak. Ditemukan juga kawat dalam keadaan rusak (putus) sepanjang 40 centimeter," terang Hamid di LP Narkotika Cipinang, Jl Raya Bekasi Timur, Jakarta Timur, Jumat (5/5/2006).Selain itu, untuk dapat keluar dari LP, Gunawan harus melewati 8 pintu yang 3 diantaranya dipasang kawat berduri. Selain itu, Gunawan harus melewati 4 pos penjagaan (portir) yang setiap posnya dijaga oleh 3-4 petugas. 4 Pos tersebut berada di sel blok, di pos menuju dapur, di pintu komandan dan di pintu wakil komandan. Masing-masing portir dijaga oleh 3-4 petugas."Namun saat Gunawan keluar, petugas tidak mengetahui sama sekali," jelasnya.Saat petugas mengecek keadaan setelah kaburnya Gunawan, pintu terakhir yang berdekatan dengan dapur ditemukan dalam keadaan tidak dikunci. "Dua gembok hilang di pintu tersebut," ucapnya.CCTV RusakPenjara sekelas LP Narkotika Cipinang, Jakarta Timur, ternyata hanya memiliki 2 Closed Circuit Television (CCTV). Keduanya saat ini dalam keadaan rusak sejak 5 bulan lalu. Jadi, wajar saja Gunawan bisa kabur dengan mudahnya.Perihal rusaknya dua CCTV tersebut diketahui saat Menkum HAM Hamid Awaludin bertanya kepada Kepala LP Narkotika Cipinang Wawan Suwandi tentang pelarian Gunawan. Kedua CCTV tersebut dipasang di blok dalam LP dan di pintu keluar.
(fjr/)











































