Gus Dur: Pemerintah Sok Suci
Jumat, 05 Mei 2006 14:24 WIB
Jakarta - Mantan Presiden Gus Dur menilai pemerintah SBY-JK sok suci. Padahal pemerintah lebih banyak kesalahannya dibandingkan elemen masyarakat lainnya.Gus Dur mengungkapkan hal itu menanggapi pernyataan Presiden SBY yang mengatakan aksi buruh ditunggangi kelompok-kelompok yang tidak puas terhadap hasil pemilu.Berikut kutipan wawancara wartawan dengan Gus Dur di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Jumat (5/5/2006):Bagaimana Gus dengan pernyataan SBY yang mengatakan aksi buruh ditunggangi kelompok yang tidak puas terhadap hasil pemilu?Itu tidak bijaksana. Politik itu bukan begitu, diam saja. Tapi para pemimpin buruh di approve, belum tahu urusan sudah nuduh. Ketua DPR-nya juga goblok.Apakah aksi buruh memang ditunggangi Gus sehingga rusuh?Ditunggangi atau tidak, persoalannya bukan di situ. Yang penting buruh mempersoalkan aspirasi mereka, biar saja. Ini susahnya kalau kita sok suci. Berat itu, wong kesalahan pemerintah lebih besar dari yang lain. Selama ini korupsi merajalela, sehingga uang pesangon untuk buruh tidak cukup.Menaker juga jangan mentang-mentang dari PKB terus selamanya benar, juga tidak. Cara-caranya juga salah. Saya juga harus berpikir, dia tidak mau diatur jadi menteri. Padahal dia itu menteri yang jujur dan mempunyai kecakapan yang tinggi.Apa Erman Suparno (Menakertrans) akan ditarik?Tidak, ditunjuk saja tidak bilang apa-apa kok.Gus kenapa sih buruh harus demo, padahal kan pemerintah masih mengkaji, belum merevisi?Ini kan isu politik. Dalam menghadapi isu politik ini kita harus bijaksana, masalahnya kan tidak bijaksana.Apa menurut Gus Dur sikap pemerintah tidak jelas?Saya hanya satu pendapat, pemerintah bohongi rakyat.Apa SBY harus membuktikan pernyataannya itu Gus?Mari kita belajar jangan sok suci, yang salah bukan orang lain saja. Kita juga salah. Soal bukti itu urusan SBY, karena politik dia sudah habis. Orang sudah tidak percaya lagi sama dia.Gus sebenarnya apa sih di balik pernyataan Ketua DPR Agung Laksono kalau pernyataan Mbah Tardjo dan Zaenal Ma'arif bukan pernyataan resmi DPR?Itu tidak berani menghadapi kenyataan, lalu diserahkan kepada Soetardjo dan Zaenal. Dia sendiri tidak berani ngadepin, orang penakut seperti itu kok bilang begitu.Buruh menemukan pamflet yang berisikan paham komunis, bagaimana tanggapannya?Saya tidak tahu, jangan-jangan itu buatan Polda sendiri.Gus pemerintah bilang poster-poster 'Turunkan SBY-JK' tidak sesuai konteks aksi buruh?Itu lebih menunjukkan tidak bijaksananya SBY-JK, orang tidak percaya lagi. Layakkah kita punya pemimpin seperti itu? Jawabannya bukan di saya, tapi di rakyat. Saya hanya nanya saja.Lalu langkah konkretnya apa?Minta maaf kepada buruh, kalau tidak mau, ya sudah karena tinggi hati.Apa Gus Dur sendiri berencana membuat gerakan?Itu terlalu jauh.Harusnya seperti apa agar kejadian rusuh buruh tidak terulang?Ada dua pilihan dan dua-duanya sama berbahaya. Walaupun kepala buruh tidak boleh mogok nasional, tapi anak buahnya? Agung saja boleh mencederai janji DPR, apa mereka nggak boleh atau ya mogok nasional. Saya sudah pusing yang mana ini.
(umi/)











































