Mantan Bupati Banyuwangi Usul Referendum Bila Ratna Mundur

Mantan Bupati Banyuwangi Usul Referendum Bila Ratna Mundur

- detikNews
Jumat, 05 Mei 2006 14:11 WIB
Banyuwangi - Untuk menyelesaikan konflik elit di Banyuwangi, Jawa Timur, pihak-pihak yang bertikai diharapkan bersedia duduk bersama. Baik Bupati Ratna Ani Lestari, DPRD dan ulama Banyuwangi, harus bertemu untuk memecahkan konflik yang terus berkepanjangan. "Ini bukan persoalan politik. Tapi sudah menyangkut pada prinsip akidah. Ratna dipersoalkan masalah agama dan status pernikahannya," kata mantan Bupati Banyuwangi Syamsul Hadi saat ditemui detikcom di kediamannya, Jalan Ahmad Yani, beberapa meter dari kantor Bupati Banyuwangi, Jumat (5/5/2006).Saat ditemui, Syamsul baru saja keliling kota dengan mengendarai motor Honda CB produksi tahun 1973 yang telah dimodifikasi. Syamsul berharap dengan duduk bersama semua pihak legowo. Kalaupun ulama bisa memaafkan Ratna, harus benar-benar bisa memaafkan. Begitu pula bila Ratna diminta ulama mundur ya harus mundur.Menurut Syamsul, tidak bisa dipungkiri peran ulama di Banyuwangi sangat penting. Ada 270 pondok pesantren. Jumlah pondok lebih besar daripada jumlah desa yang ada di Banyuwangi yakni 235. "Sekarang apa enaknya jadi bupati kalau tidak dicintai rakyatnya. Untuk itu bupati harus mempunyai sikap kenegarawanan," katanya. Kalaupun toh nanti Ratna Ani Lestari bersedia mundur, Syamsul mengusulkan langkah berikutnya adalah referendum. Bagaimanapun Ratna Ani Lestari jadi bupati satu paket dengan wakilnya, Jusuf Noris. "Soal mekanismenya seperti apa, itu kewenangan orang-orang besar," ujarnya merendah.Syamsul Hadi adalah Bupati Banyuwangi periode 2000-2005. Pada pilkada lalu, Syamsul mencalonkan diri dengan mendapat dukungan PKB pro Gus Dur. Sayangnya PKB Banyuwangi terbelah. Syamsul terjegal karena KPUD Banyuwangi menyetujui calon yang diajukan PKB di bawah kepengurusan Choirul Anam. Wahyudi yang sekarang menjadi ketua DPRD berpasangan dengan Eko dari Patai Golkar.Terjegal dalam pendaftaran calon, akhirnya massa pendukung Syamsul yang mempunyai akar rumput solid dialihkan ke Ratna Ani Letari yang dicalonkan oleh 18 partai gurem. Ratna dinilai menjadi kuda hitam dan akhirnya memenangkan pemilihan yang digelar pada bulan Juni 2005 lalu. (jon/)


Berita Terkait