Jakarta PPKM Level 2, Pengunjung Ragunan Turun Signifikan

Marteen Ronaldo - detikNews
Sabtu, 08 Jan 2022 12:50 WIB
Pengunjung Ragunan turun signifikan di masa PPKM Level 2 (Foto: Marteen/detikcom)
Jumlah pengunjung Ragunan turun signifikan di masa PPKM level 2 (Marteen/detikcom)
Jakarta -

Jumlah pengunjung di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan (Jaksel), mengalami penurunan di masa PPKM Level 2 DKI Jakarta ini. Hingga tadi pagi, tercatat 'hanya' 4.000 orang yang mengunjungi Taman Margasatwa Ragunan.

Pantauan detikcom di lokasi, Sabtu (8/1/2022) sekitar pukul 10.00 WIB, terlihat para pengunjung yang hendak berlibur masih terus berdatangan di kawasan objek wisata Ragunan. Petugas tampak melakukan pemeriksaan protokol kesehatan (prokes) terhadap para pengunjung.

Pejabat Humas Taman Margasatwa Ragunan (TMR) Bambang Wahyudi mengatakan saat ini Ragunan masih menjadi opsi pilihan rekreasi di Ibu Kota. Hanya, jumlah pengunjung kini dibatasi di masa PPKM level 2, maksimal 15 ribu orang.

"Namun, dengan seiring diturunkannya PPKM level 2 di DKI Jakarta, kapasitas pengunjung kita turunkan dari yang semula 50 persen kini hanya 25 persen saja atau daya tampung minimal 15 ribu orang," ujar Bambang saat ditemui.

Bambang menerangkan saat ini terdapat penurunan jumlah pengunjung yang signifikan di Taman Margasatwa Ragunan. Hingga tadi pagi, tercatat hanya ada 4.000 pengunjung, berbeda dengan saat tahun baru, yang mencapai 30 ribu orang.

"Kalau tahun baru itu masih tinggi sekali, kita mencapai 30 ribu orang. Tetapi itu juga belum diturunkan PPKM-nya. Kalau sekarang kita per hari ini jumlah pengunjungnya 4.250 orang," jelasnya.

Selain itu, Bambang mengatakan faktor lain yang menyebabkan mulai menurunnya jumlah pengunjung Ragunan. Misalnya seperti anak-anak yang sudah mulai masuk sekolah hingga penyebaran virus Corona varian Omicron di Indonesia.

"Ya memang varian baru Omicron ini sudah masuk ke Jakarta. Dan kita memang sudah melakukan pencegahan sedini mungkin. Yang penting kita tetap konsisten untuk mengingatkan pengunjung untuk protokol kesehatan. Selain itu, kita mulai melakukan pembatasan jumlah pengunjung dan pembatasan jam operasional," tutur Bambang.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya....