Sebelum Kabur, Gunawan Gembok Kembali Selnya
Jumat, 05 Mei 2006 12:21 WIB
Jakarta - Dugaan keterlibatan petugas dalam pelarian Gunawan Santoso, otak pembunuhan Dirut PT Asaba Boedyharto Angsono, semakin kuat. Diduga, Gunawan membuka gembok selnya dengan menggunakan duplikat yang diperolehnya dari oknum petugas. Bahkan, setelah meninggalkan selnya di LP Narkoba Cipinang, Jakarta Timur, Gunawan masih sempat mengunci kembali pintu selnya dengan gembok. Informasi sementara ini diperoleh detikcom dari seorang petugas yang enggan disebutkan namanya. Petugas ini juga menceritakan kronologi singkat kaburnya Gunawan.Sekitar pukul 07.00 WIB, Haris, petugas LP Narkoba Cipinang, seperti biasa berkeliling untuk memeriksa kondisi para tahanan. Namun saat melewati sel yang ditempati Gunawan, Haris mendapati sel tersebut dalam keadaan kosong. Namun pintu sel masih terkunci dengan gembok.Gunawan menempati Blok C kamar 110 di lantai 1 LP Narkoba Cipinang. Dan jika ingin melarikan diri, maka Gunawan harus melewati 8 pintu dengan 4 pos penjagaan. 3 pintu diantaranya berkawat duri.Saat kabur, Gunawan juga dikabarkan merusak kawat berduri yang berada di pintu depan LP.Saat ini polisi tengah memeriksa 9 orang saksi. 6 diantaranya diperiksa di Polda Metro Jaya, sementara 3 lainnya diperiksa di Polres Jakarta Timur. 6 Orang yang diperiksa di Polda yaitu Untung (petugas pintu depan), Handi (petugas tangga belakang), dan Haris (petugas yang melihat kosongnya sel Gunawan pertama kali), Hendra, Dian dan Didi. Sementara yang diperiksa di Polres Jakarta Timur adalah Yudianto, Tomi dan Budiono.
(fjr/)











































