Perdarahan Terus Terjadi
Kesehatan Soeharto Belum Stabil
Jumat, 05 Mei 2006 11:50 WIB
Jakarta - Kondisi kesehatan mantan Presiden Soeharto hingga kini masih belum stabil.Perdarahan pada pencernaannya masih terus terjadi. Transfusi darah juga masih diberikan.Demikian disampaikan Ketua Tim Dokter Kepresidenan dr Mardjo Soebiandono yang didampingi Direktur Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) dr Adji Suprayitno, dalam jumpa pers di RSPP, Jalan Kiai Maja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (5/5/2006). Menurut Mardjo, Soeharto masih memerlukan perawatan serta observasi yang sangat ketat agar tidak terjadi komplikasi mengingat mantan presiden itu telah mengalami problema geriatrik, riwayat stroke berulang-ulang, gangguan fungsi jantung, paru-paru dan ginjal."Saat ini kami berusaha untuk menghentikan perdarahan itu dan memberi transfusi bertahap untuk mencapai kadar sel atau hemoglobin (HB) darah merah sampai 11 gram per dl, " jelas Mardjo.Soeharto, lanjut Mardjo, masuk RSPP Kamis 4 Mei kemarin pukul 19.00 WIB dengan keluhan utama perdarahan berulang pada saluran pencernaan yang menyebabkan HB-nya turun atau anemia sampai 7,8 gram per dl.Perdarahan itu juga menyebabkan turunnya kadar oksigen pada seluruh tubuh termasuk oksigenisasi otak atau gangguan pseudobulbair. "Sehingga saat ini Pak Harto juga mengalami gangguan menelan. Perdarahan ini berulang sejak mengalami stroke terakhir dan dalam 3 tahun terakhir memperlihatkan kekerapan yang makin sering," jelas Mardjo.Untuk itu, tim dokter yang merupakan gabungan dari tim dokter kepresidenan dan RSPP yang berjumlah 10 orang akan melakukan pemeriksaan colonos copy. Pemeriksaan ini untuk menilai kembali sumber perdarahan dan mencegah berulangnya perdarahan tersebut.
(iy/)











































