Menonton Serial Gunawan Santoso
Jumat, 05 Mei 2006 11:50 WIB
Jakarta - Mengikuti jejak Gunawan Santoso bagaikan menonton serial sinetron di televisi atau film India yang penuh pembalasan dendam kesumat. Karena sakit hati, Gunawan tega menghabisi nyawa ayah mertuanya sendiri. Aroma rebutan harta juga pekat dalam intrik keluarga ini.Cerita ini bermula saat Gunawan resmi menjadi anggota keluarga Boedyharto Angsono, bos PT Asaba yang rajin menyeponsori turnamen basket, dengan menikahi putri pertama Boedyharto bernama Alice pada 1991.Gunawan lalu diberi kepercayaan memimpin sejumlah anak perusahaan PT Asaba. Namun Boedyharto Angsono belakangan mencium ketidakberesan menantunya mengurus perusahaan.Dia lalu memerintahkan salah satu petinggi PT Asaba, Paulus Teja Kusuma, untuk mengusut. Kemudian didapatilah Gunawan menyelewengkan dana sebesar Rp 40 miliar.Boedyharto yang terkenal tegas langsung memecat Gunawan walaupun masih menantunya sendiri. Gunawan marah. Dia mengancam akan membunuh tiga orang, yaitu Boedyharto, Paulus dan Stephen Hartono (anak Boedyharto). Karena ancaman Gunawan inilah keluarga Boedyharto menyewa 7 tentara untuk mengawal keluarganya ke mana pun pergi. Tentara yang disewa termasuk Serda Edi Siyep dari Gultor Kopassus.Kehancuran karier Gunawan diikuti ambruknya mahligai rumah tangganya. Gunawan dan Alice bercerai pada tahun 2000. Pasangan ini terlibat rebutan harta gono-gini.Selain dikeluarkan dari perusahaan, Gunawan juga diadili akibat penggelapan Rp 40 miliar tersebut dan dihukum 2,5 tahun penjara. Gunawan sempat ditahan di tiga LP, yakni LP Salemba Jakarta, LP Sukamiskin Bandung, dan LP Kuningan Cirebon. Gunawan lalu kabur pada 15 Januari 2003 dari LP Kuningan.Saat kabur, Gunawan membalaskan sakit hatinya. Dengan berkonspirasi dengan Marinir TNI AL yang sering mengawalnya saat masa jayanya, dia mengotaki upaya pembunuhan pada Direktur Keuangan PT Asaba, Paulus Teja Kusuma, pada Juni 2003. Paulus lolos dari maut. Penjagaan pada keluarga Boedyharto pun diperketat.Sebulan kemudian, tepatnya 19 Juli 2003, geng Gunawan berhasil menghabisi mantan ayah mertuanya, saat Boedyharto hendak berolahraga basket di Gelanggang Olahraga Sasana Krida Pluit, Jakarta Utara, pukul 05.30 WIB. Bersama pengawalnya, Serda Edy Siyep dari Kopassus, Boedyharto tewas tertembak.Setelah itu, kisah Gunawan masih panjang. Bahkan kisahnya hari ini, Jumat (5/5/2006), menembus episode baru, yaitu kabur dari LP Cipinang. Kisah Gunawan masih to be continued.
(nrl/)











































