Menag Yaqut Temui Ketum PBNU: Saatnya Toleransi RI Jadi Barometer Dunia

Yulida Medistiara - detikNews
Jumat, 07 Jan 2022 16:32 WIB
Pertemuan Menag Yaqut Cholil Qoumas dan Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.
Pertemuan Menag Yaqut Cholil Qoumas dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf. (Foto: Dok. Kemenag)
Jakarta -

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas hari ini mendatangi kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya, Jakarta. Pertemuan tersebut salah satunya membahas kemitraan ormas keagamaan.

"Alhamdulillah, saya barusan sowan ke Ketum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf. Kami berdiskusi dalam ikhtiar untuk bersinergi dalam merawat kerukunan dan meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan di Indonesia," kata Gus Yaqut, sapaan akrab Menag, dalam keterangan tertulis, Jumat (7/1/2022).

Kedatangan Menag Yaqut tersebut disambut Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf. Menag Yaqut didampingi para Staf Khusus Menteri Agama, yakni Wibowo Prasetyo, Mohammad Nuruzzaman, dan Abdul Qodir.

Dalam pertemuan itu, Menag Yaqut menjelaskan komitmennya membangun kerja sama dengan ormas keagamaan.

"Saya berkomitmen untuk terus membangun kemitraan konstruktif dengan ormas keagamaan," kata Yaqut.

Yaqut mengatakan pemerintah akan mencanangkan tahun 2022 sebagai tahun toleransi. Dia berharap kerukunan dan toleransi masyarakat Indonesia dikagumi berbagai negara.

Menag mencontohkan Majelis Hukama Al-Muslimin, organisasi independen yang beranggotakan cendekiawan muslim dari berbagai dunia dan berpusat di Abu Dhabi-Uni Emirat Arab, telah berkunjung untuk menyampaikan keinginannya belajar tentang toleransi masyarakat Indonesia.

"Sudah saatnya toleransi Indonesia menjadi barometer masyarakat dunia. Narasi tentang toleransi di Indonesia perlu digaungkan agar dipahami masyarakat dunia," ujar Yaqut.

"Dan upaya ini tidak akan terlepas dari kerja sama dan kontribusi berbagai ormas keagamaan yang selama ini membina langsung masyarakat di kalangan grassroot," sambungnya.

Selain dengan PBNU, Yaqut mengatakan Kemanag akan membangun kemitraan dengan ormas-ormas keagamaan lainnya. Misalnya, Muhammadiyah, Persatuan Islam, Majelis Ulama Indonesia, Konferensi Waligereja Indonesia, Persekutuan Gereja-gereja Indonesia, Parisadha Hindu Dharma Indonesia, Perwakilan Umat Buddha Indonesia, Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia, dan ormas keagamaan lainnya.

(yld/dhn)