Subang Resmi Punya Gedung Arsip Berbasis IT Senilai Rp 3,1 M

Jihaan Khoirunnisa - detikNews
Kamis, 06 Jan 2022 20:35 WIB
Brantas Abipraya Resmikan Gedung Arsip Berbasis IT Senilai Rp 3,1 M
Foto: Dok. Brantas Abipraya
Jakarta -

PT Brantas Abipraya (Persero) meresmikan gedung arsip yang terletak di lingkungan Pabrik Beton Abipraya, di Subang, Jawa Barat. Kehadiran gedung tersebut diharapkannya dapat mendorong tata kelola arsip berbasis IT sehingga semakin efektif.

Peresmian gedung tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Direktur Utama Brantas Abipraya, Sugeng Rochadi, serta pengguntingan pita oleh Direktur Keuangan, SDM & Manajemen Risiko Brantas Abipraya, Suradi dan Komisaris Brantas Abipraya, Sudirman.

"Melalui gedung arsip ini kami ingin mengoptimalkan tata kelola kearsipan dan dokumentasi perusahaan secara efektif sesuai aturan yang berlaku. Dengan berbasis IT, seluruh dokumen dan arsip akan lebih tersentralisasi dan semakin efektif. Inipun merupakan upaya Brantas Abipraya untuk selalu melengkapi sarana dan prasarana kearsipan demi menuju tata kelola yang unggul," ujar Direktur Utama Brantas Abipraya, Sugeng Rochadi dalam keterangan tertulis, Kamis (6/1/2022).

Sugeng mengatakan pembangunan gedung arsip tersebut dilakukan dalam 2 tahap, dengan nilai investasi mencapai Rp 3,1 miliar. Pada tahap pertama telah berdiri kokoh bangunan seluas 375 meter persegi, terdiri dari 2 lantai dengan kapasitas ruang penyimpanan 4.000 box. Gedung arsip tahap ini pun telah dilengkapi kamera CCTV, pendingin ruangan, jaringan internet, ruang rapat dan kantor, lahan untuk parkir kendaraan, serta landscape (taman).

Adapun untuk tahap berikutnya, luas bangunan akan diperluas 497 meter persegi sehingga total menjadi 872 meter persegi. Selain itu kapasitas ruang penyimpanan pun akan ditambah 3.000 box dengan total kapasitas menjadi 7.000 box. Pada pembangunan tahap dua Gedung Arsip ini juga dilengkapi plaza atau lobby, ruang tunggu, ruang perpustakaan, paviliun room dan musholla.

Pada kesempatan yang sama, Brantas Abipraya juga meresmikan mushola 'Baitul Muhajirin' yang berjarak kurang lebih 200 meter dari gedung arsip. Selain menjadi tempat beribadah, mushola tersebut diharapkan dapat menjadi tempat berdoa bagi insan Abipraya yang beraktivitas untuk mendapatkan keselamatan, menjadi tempat yang nyaman untuk meningkatkan keimanan dan keikhlasan dalam dalam mengabdi kepada Allah.

Selesai meresmikan Mushola, Direksi dan Komisaris beserta manajemen Brantas Abipraya juga menyambangi Pabrik Beton Pracetak Brantas Abipraya yang tak jauh dari letak musala. Di sini Sugeng melakukan seremoni pengecoran pertama beton pracetak, dan bersama jajaran Brantas Abipraya melihat, mengamati bagaimana proses pembuatan precast, dengan menyusuri tahap demi tahap pembuatannya.

"Terima kasih untuk 2021, walau banyak liku namun syukur alhamdulillah kita semua dapat melaluinya dengan memberikan karya terbaik dan prestasi untuk Indonesia. Membuka lembaran 2022, Brantas Abipraya akan bekerja lebih keras dan lebih baik lagi, mengembangkan kompetensi untuk meningkatkan daya saing demi menyuguhkan karya konstruksi terbaik untuk Indonesia," tutup Sugeng.

(akd/ega)