Bareskrim Periksa Total 10 Saksi Kasus Cuitan Ferdinand Hutahaean

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Kamis, 06 Jan 2022 19:17 WIB
Jakarta -

Bareskrim Polri telah menaikkan kasus Ferdinand Hutahaean yang menulis cuitan 'Allahmu ternyata lemah' dari penyelidikan ke penyidikan. Ada 10 saksi yang sudah diperiksa.

"Hari ini penyidik Bareskrim Polri dalam hal ini Dittipidsiber telah melakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi dan lima orang saksi ahli. Jadi total ada 10 saksi. Lima saksi dan lima saksi ahli," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan dalam jumpa pers di kantornya, Kamis (6/11/2022).

Ramadhan menjelaskan lima saksi ahli yang dimaksud terdiri dari ahli bahasa, ahli pidana, hingga ahli agama. Ramadhan tak menyebut identitas para saksi.

"Saksi ahli terdiri dari saksi bahasa, saksi sosiologi, saksi ahli pidana, saksi ahli agama, dan saksi ahli ITE," tuturnya.

Ramadhan juga menyebut surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) sudah diterbitkan Bareskrim. SPDP dikirim ke Kejaksaan Agung (Kejagung) dan rumah Ferdinand Hutahaean sendiri.

"Kemudian setelah menaikkan kasus yang statusnya jadi penyidikan, hari ini 6 Januari 2022, siang tadi penyidik Siber Bareskirm telah terbitkan SPDP. Surat pemberitahuan dimulainya penyidikan," ujar Ramadhan.

Awal Mula Kasus

Kasus ini berawal dari cuitan Ferdinand Hutahaean di akun Twitternya, @FerdinandHaean3. Dia sempat mencuit soal 'Allahmu ternyata lemah'. Cuitan itu dibuat Selasa (4/1). Namun cuitan itu kini sudah dihapus.

"Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah, harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, Dialah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela," bunyi cuitan Ferdinand.

Meski cuitan itu sudah dihapus, sejumlah netizen meng-capture kicauan Ferdinand di akun Twitternya. Netizen bereaksi dengan tagar TangkapFerdinand.

Ferdinand kemudian memberikan penjelasan soal cuitannya itu. Dia mengaku cuitannya dialog imajiner.

"Jadi pertama cuitan saya itu tidak sedang menyasar kelompok tertentu, agama tertentu, orang tertentu, atau kaum tertentu. Tapi dalam kondisi down kemarin, saya juga hampir pingsan. Saya tidak perlu bercerita masalah saya apa. Tapi itu adalah dialog imajiner antara pikiran dan hati saya, bahwa ketika saya down, pikiran saya berkata kepada saya, 'Hei, Ferdinand, kau akan hancur, Allahmu lemah tidak akan bisa membela kau, tapi hati saya berkata, oh tidak hey pikiran, Allahku kuat, tidak perlu dibela, saya harus kuatlah'. Kira-kira seperti itu intinya," kata Ferdinand.

(drg/haf)