Kazakhstan Memanas, Dubes Fadjroel Imbau WNI Tak Bepergian ke Luar Rumah

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Kamis, 06 Jan 2022 15:54 WIB

Situasi Memanas di Kazakhstan

Sebelumnya diberitakan, pasukan keamanan menewaskan puluhan demonstran yang mencoba menyerbu gedung-gedung pemerintah. Insiden ini terjadi setelah aliansi militer yang dipimpin Rusia setuju untuk mengirim pasukan guna membantu memadamkan kerusuhan yang meningkat di negara itu.

Kazakhstan, yang kaya energi, kini tengah menghadapi krisis terbesarnya dalam beberapa dasawarsa, setelah aksi-aksi protes berhari-hari atas kenaikan harga bahan bakar meningkat menjadi kerusuhan yang meluas.

Dilansir dari kantor berita AFP, Kamis (6/1/2022), dalam kekerasan terburuk yang dilaporkan sejauh ini, polisi mengatakan puluhan orang tewas dalam bentrokan dengan pasukan keamanan di gedung-gedung pemerintah di kota terbesar di negara itu, Almaty, pada Rabu (5/1) malam waktu setempat.

"Tadi malam, pasukan ekstremis mencoba menyerang gedung-gedung pemerintah, departemen kepolisian kota Almaty, serta komisariat polisi setempat. Puluhan penyerang dibunuh," kata juru bicara polisi Saltanat Azirbek, seperti dikutip oleh kantor berita Interfax-Kazakhstan, TASS dan Ria Novosti.

Video di media sosial pada Kamis ini menunjukkan toko-toko dijarah dan sejumlah bangunan terbakar di Almaty. Suara tembakan otomatis terdengar di jalan-jalan dan warga berteriak ketakutan.

Protes menyebar ke seluruh negara berpenduduk 19 juta jiwa itu minggu ini dalam kemarahan atas kenaikan harga LPG, yang banyak digunakan untuk bahan bakar mobil di barat negara itu.

Ribuan orang turun ke jalan-jalan di Almaty dan di Provinsi Mangystau untuk memprotes kenaikan harga itu tidak adil mengingat cadangan energi besar yang dimiliki negara yang merupakan eksportir minyak dan gas tersebut.

Para pengunjuk rasa dilaporkan telah menyerbu beberapa gedung pemerintah pada Rabu (5/1), termasuk kantor wali kota Almaty dan kediaman presiden, yang dilaporkan terbakar.

Hingga Rabu malam waktu setempat, setidaknya delapan petugas penegak hukum tewas dan 317 terluka dalam kekerasan itu, menurut Kementerian Dalam Negeri yang dikutip oleh media lokal.


(knv/fjp)