Harlah PPP, Gus Baha Ajak Kader Jadi Pelopor Berpolitik Simpatik

Erika Dyah - detikNews
Kamis, 06 Jan 2022 08:43 WIB
Gus Baha di Harlah PPP
Foto: PPP
Jakarta -

Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) mengundang ulama KH Bahauddin Nursalim atau yang biasa disapa Gus Baha untuk memberi tausiah di acara Hari Lahir (Harlah) PPP ke-49. Dalam kegiatan ini, Gus Baha mengajak kader PPP menjadi pelopor praktik politik yang simpatik.

Gus Baha mengatakan untuk merebut kemenangan atau mendapatkan simpati, termasuk juga dalam urusan politik, harus dilakukan dengan cara yang baik. Ia menilai segala sesuatu yang dilakukan dengan cara baik tidak akan menghilangkan kesalehan seseorang.

"Tugas kita sebagai manusia harus berperilaku simpatik, awal orang mengikuti kita itu karena simpatik dengan kita. Karena pada dasarnya manusia itu adalah budak kebaikan," kata Gus Baha dalam keterangan tertulis, Kamis (6/1/2022).

Pada kegiatan yang digelar Rabu (5/1),Gus Baha pun menjelaskan bahwa orang saleh terdahulu punya kebesaran hati dalam mengelola kompetisi menjadi sebuah simpati. Ia menyebutkan, hal ini dilakukan oleh para ulama di Tanah Air, seperti KH Maemoen Zubair (Mbah Moen).

"Yang harus kita hindari dalam kompetisi adalah pertumpahan darah. Ulama berpolitik, itu seni untuk menghindari pertumpahan darah sesama manusia," jelasnya.

Ia juga berpesan agar kader PPP turut menjaga keberagaman dan perdamaian dalam berbangsa dan bernegara. Menurutnya, keberagaman itu harus dijaga dengan baik supaya kenyamanan dan persatuan bisa dirasakan di tengah-tengah masyarakat.

"Keberagaman adalah sunnatullah, dalam tradisi para ulama berbeda itu sebuah pengetahuan, beda itu bukan berarti musuh, menghargai perbedaan dan menjaga keberagaman bagian dari ajaran para ulama," tutur Gus Baha.

Sebagai informasi, kegiatan Tasyakuran Harlah PPP Ke-49 ini turut dihadiri oleh Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa, Sekjen PPP Arwani Thomafi, Wakil Ketua Umum PPP Zainut Tauhid Sa'adi, Wakil Ketua Umum PPP Ermalena, Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani, Wakil Ketua Umum PPP Musyaffa Noer, Ketua Majelis Syariah PPP Kiai Musthofa Aqil Siradj, Ketua Majelis Pertimbangan PPP Mardiono, Ketua Majelis Pakar PPP Zarkasih Nur, Wakil Ketua Majelis Syariah PPP Habib Ahmad Idrus Al-Habsyi, Kiai Manan, Kiai Bukhori, Kiai Manarul Hidayat, serta Kiai Mujib.

(ncm/ega)