Pendidikan Tatap Muka, 82 Persen Anak di Jakpus Sudah Disuntik Vaksin

Wildan Noviansah - detikNews
Rabu, 05 Jan 2022 23:15 WIB
Vaksinasi merdeka anak di SDN 01 Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kunjungi vaksinasi merdeka anak di SDN 01 Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat (Dok.istimewa)
Jakarta -

Polres Metro Jakarta Pusat terus menggenjot program vaksinasi merdeka anak. Di wilayah Jakarta sudah 82 persen anak usia 6-11 tahun disuntik vaksin COVID-19.

"Hari ini sampai besok 239 anak akan kita vaksin. Untuk Jakarta Pusat dosis pertama 82 persen anak-anak sudah di lakukan vaksinasi dosis pertama," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi dalam keterangan kepada wartawan, Rabu (5/1/2022).

Selain itu, Hengki mengatakan, capaian vaksinasi anak 6-11 tahun di Sawah Besar saat ini sudah mencapai 87 persen.

"Untuk dosis pertama di Sawah Besar sudah 87 persen," ujarnya.

Target 26 Juta Anak Divaksin

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri launching vaksinasi merdeka anak di wilayah Jakarta Pusat. Sigit mengatakan vaksinasi anak merdeka merupakan bentuk akselerasi percepatan program vaksinasi terhadap anak.

"Launching vaksinasi merdeka anak bersama serentak di 30 provinsi di 30 polda. Dalam rangka melakukan akselerasi percepatan terhadap program vaksinasi anak-anak usia di bawah 11 tahun," kata Sigit di SDN 01 Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (5/1/2022).

Sigit menambahkan, vaksinasi ini ditargetkan untuk 26 Juta anak di seluruh Indonesia. Menurut dia, program ini harus dilaksanakan secara cepat menilai varian Omicron sudah mulai menyebar.

"Secara total hampir kurang lebih 26 juta anak kita yang harus divaksinasi secara cepat. Karena kita lihat bahwa saat ini selain varian delta, sudah ada varian baru omicron harus kita waspadai karena perkembangan nya begitu cepat," ujarnya.

Melalui vaksinasi anak merdeka ini, Sigit ingin memastikan bahwa setiap anak bisa terlindungi dari penularan virus.

"Tentunya kita harus meyakinkan bahwa anak anak kita betul betul terlindungi dari resiko terjadinya transmisi ataupun penularan terhadap tantangan varian baru omicron atau delta," kata dia.

(mea/mea)